TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kredit Bermasalah BNI Naik Jadi 3,1 Persen

Nurdian Akhmad
13 October 2016 | 18:07
rubrik: Finance

Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Negara Indonesia Tbk(BBNI) mencatatkan pertumbuhan kredit bermasalah atau non performence loan (NPL) gross  pada akhir kuartal III 2016 tercatat  3,1 persen. Sementara NPL gross pada akhir kuartal II 2016 sebesar 3 persen.

Menurut Direktur BBNI, Rico Rizal Budidarmo bahwa pihaknya akan berusaha akan menekan rasio kerdit bermasalah.” Kami harap sampai akhir tahun 2016, angka NPL gross tak lebih dari 3,1 persen,”harap dia di gedung pusat BNI, Jakarta, kamis(13/10/2016).

Untuk menekan rasio kredit bermasalah, kata Rico, pihaknya terus melakukan restrukturisasi dan pada kuartal III 2016 telah portofolio kredit bermasalah yang mengalami restrukturisasi turun menjadi 7 persen menjadi 8 persen. “Kebanyakan membaik dengan membayar dan ada yang keluar ” ujar dia.

Ia menjelaskan, dari total kredit yang di restrukturisasi 75 persen diantaranya masuk dalam kolektifbilitas 1. Sedangkan sektor-sektor yang masih menjadi penyumbang kredit bermasalah datang dari perdagangan, manufaktur dan pertambangan. “Sedangkan segmennya 60 persen di korporasi,”terang dia.

Sedangkan kedepan, ia melihat potensi perbaikan rasio kredit bermasalah terbuka lebar. Pasalnya, kredit bermasalah di segmen  korporasi yang restrukturisasi di kolektif I.” Intinya untuk lebih baik sangat besar dan yang bukan sudah jelek kami restrukturisasi,” terang dia.

Sementara untuk pencadangan kredit bermasalah, sampai akhir tahun akan berada pada angka 130-140 persen atau dibawah Rp8 triliun. “Itu kalau restrukturisasi tidak berhasil,” terang dia. (az)

 

BACA JUGA:   Aneka Gas Beroutlook Stabil
Previous Post

Proyek Pemerintah Sebabkan Kredit Bermasalah BJTM 4,9 Persen

Next Post

Likuiditas BBNI Mengetat, LDR 92,8 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR