TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SBN Positif, BNI Sekuritas Proyeksi Obligasi Ini Masih Menarik

Busthomi
20 June 2024 | 09:53
rubrik: Capital Market
SBN Positif, BNI Sekuritas Proyeksi Obligasi Ini Masih Menarik

Ilustrasi pasar obligasi. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Harga Surat Utang Negara (SUN) ditutup menguat pada sesi perdagangan kemarin. Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) turun sebesar 6 basis poin menjadi 7,01%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun sebesar 4 bp menjadi 7,09%.

Sementara data Bloomberg menunjukkan level yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 6 bp menjadi 7,14%. Level yield SUN 10-tahun saat ini masih in line dengan weekly estimated range kami untuk minggu ini, yaitu di kisaran 6,94-7,22%.

Volume transaksi traded SBN secara outright tercatat sebesar IDR 22,2 triliun kemarin, lebih rendah dari volume transaksi di hari Jumat pekan lalu yang tercatat sebesar IDR 24,8 triliun.

FR0100 dan FR0081 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing – masing sebesar IDR 5,66 triliun dan IDR 2,59 triliun.

Sementara itu, volume transaksi traded obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar IDR 1,16 triliun.

Data DJPPR menunjukkan total incoming bid pada lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) kemarin mencapai IDR 16,3 triliun, lebih kecil dibandingkan dengan lelang SBSN sebelumnya pada 4 Juni 2024 yang mencapai IDR26,2 triliun.

Dari ketujuh seri yang ditawarkan, total amount awarded oleh Pemerintah sebesar IDR 8,05 triliun, sedikit di bawah target indikatif sebesar IDR 10,0 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat sebesar 0,29% menjadi IDR 16.365/USD dari level IDR 16.412/USD di hari Jumat lalu.

Dengan kondisi pasar obligasi seperti itu, BNI Sekuritas merilis Perkiraan Pasar dan Rekomendasi untuk perdagangan Kamis (20/6/2024). Berikut adalah proyeksinya:

Berdasarkan data Bloomberg, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia turun sebesar 2bp dari hari sebelumnya menjadi 76 bp per 19 Juni 2024, mengindikasikan sentimen yang lebih positif.

BACA JUGA:   Alihkan Saham, Bukit Asam Gaet Rp 240,23 Miliar

Bursa obligasi Amerika Serikat libur pada tanggal 19 Juni 2024 untuk memperingati Juneteenth Day. Per 18 Juni 2024, yield curve US Treasury (UST) 5-tahun berada di level 4,24% dan yield curve UST 10-tahun berada di level 4,22%.

Dan hari ini, disebutkan analis dari BNI Sekuritas, para market participants menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang akan diumumkan siang ini.

“Dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang didiskusikan di atas, kami melihat potensi peningkatan volatilitas harga dan yield dari instrumen IDR SBN untuk sementara waktu,” demikian disebutkan BNI Sekuritas dalam keterangannya, Kamis (20/6/2024).

Berdasarkan valuasi yield curve, BNI Sekuritas memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0081, FR0090, FR0059, FR0095, FR0071, FR0101, FR0078, FR0082, FR0073, FR0074, FR0065, FR0100.

Tags: bni sekuritaspasar obligasiproyeksi obligasisbn
Previous Post

Forum Gas Bumi 2024: Kebutuhan Besar, Produsen Gas Diminta Produksi Sebanyak-Banyaknya

Next Post

BIH dan Icon Group Perkuat Layanan Onkologi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR