Jakarta-Thebusinessnews. PT Angkasa Pura I menginginkan pendapatan yang berasal dari non aero atau pendapatan bukan jasa penerbangan mencapai 60 persen dari total pendapatan pada tahun 2020.
Sementara ini, menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Sulistyo Wimbo Hardjito bahwa pada semester I 2016 porsi pendapatan dari non aero 41 persen. “Perolehan pendapatan non aero ini juga sudah meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 23 persen,” Kata dia di Jakarta, Senin(17/10/2016).
Ia merinci, pendapatan aero pada semester I 2016 sebesar Rp1,7 triliun sedangkan pendapatan non aero sebesar Rp1,02 triliun.
Adapun, peningkatan porsi pendapatan non aero itu dengan meningkatkan sewa ruangan, pendapatan dari parkir.”Saat ini masih parkir generik maka akan ditingkatkan menjadi parkir digital,” terang dia.
Selain itu, pemanfaatkan lahan tidak produktif, yakni lahan-lahan bekas penempatan instalasi navogasi yan sudah tidak dipakai. “Lahan itu akan jadi pembangunan dengan beberapa penggunaan bangunan,” terang dia.
Seiring dengan itu, Angkasa Pura I akan terus meningkatkan kapasitas lima bandara udara hingga lima hingga 2020. Bandara udara Adi Soemarno Semarang akan ditingkatkan menjadi 5-6 juta penumpang pada tahun 2018, bandara udara Syamsoedin Noor Banjarmasin akan ditingkatkan 10 juta penumpang pertahun, bandara udara Kulon Progo 20-22 juta penumpang pertahun dan Bandar Udara Juanda menjadi 76 juta penumpang. (az)