Jakarta, TopBusiness—Deputi Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Friderica Widyasari Dewi, memandang cerah prospek pembiayaan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).
“Porsi kredit perbankan kepada UMKM pada bulan April 2024 saat ini masih sebesar 7,3% atau di bawah Rp1.400 triliun,” kata dia di Jakarta, dalam peluncuran Buku Kajian Inovasi Model Bisnis Pembiayaan Digital UMKM, karya Bank Indonesia (BI) dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (24/6/2024).
Kondisi tersebut, kata Friderica, memunculkan peluang bagi lembaga pembiayaan untuk mencapai rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) sebesar 30%. Namun potensi ini menjumpai tantangan UMKM yaitu permodalan dan SDM.
“Sinergi antar otoritas akan memberikan dampak besar bagi UMKM agar menjadi pilar utama ekonomi,” papar Friderica.
