Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank UOB Indonesia menawarkan obligasi tahap I 2016 Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016.
Menurut Direktur Head of Debt Capital Markets PT CIMB Securities Indonesia, Martin Batara Simorangkir bahwa penerbitan obligasi tahap I bank UOB Indonesia senilai Rp1 triliun dengan tiga seri. “Obligasi ini berperingkat triple A dari fitch rating,” terang dia di Jakarta,Rabu(19/10/2016).
Ia menjelaskan, Seri A: obligasi berjangka waktu 370 hari dengan tingkat bunga 6,75-7,40 persen, Seri B obligasi berjangka waktu tiga tahun dengan tingkat bunga sebesar 7,50-8,25 persen dan Seri C: obligasi berjangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga sebesar 7,75-8,50 persen.
Sedangkan, obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB senilai total Rp1 triliun dengan nilai emisi tahap I tahun 2016 sebanyak-banyaknya Rp100 miliar dengan hasil pemeringkatan AA dari PT Fitchratings Indonesia.” Obligasi subordinasi ini dengan tingkat bunga 7,75-8,50 persen,” terang dia.
Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 25 Februari 2017, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada tanggal pelunasan pokok obligasi masing-masing seri obligasi. Pelunasan obligasi dilakukan secara penuh (full payment) pada saat jatuh tempo. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat terdiri dari tiga seri yaitu:
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Untuk obligasi berkelanjutan memiliki opsi pembelian kembali (buy back) sedangkan untuk obligasi subordinasi perseroan tidak dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi subordinasi.
Periode book building atas obligasi ini akan dilakukan pada 19 Oktober hingga 2 November 2016. Dengan perkiraan tanggal efektif pada 15 November 2016.
Penawaran unum akan dilakukan 17-22 November 2016. Tanggal penjatahan atas obligasi ini adalah 23 November 2016. Distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 25 November 2016, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan dilakukan pada 28 November 2016.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT CIMB Securites Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT UOB Kay Hian Securities sebagai penjamin pelaksana emisi.
Menurut Presiden Direktur UOB Indonesia, Kevin Lam bahwa dana yang diperoleh dari hasil penawaran umim obligasi, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk meningkatkan aset produktif dan mengembangkan bisnis perseroan.” Dana hasil obligasi ini memberikan UOB Indonesia memperbesar sumber pendanaan dan investornya,”terang dia.
Kevin melanjutkan, dana tersebut akan mendukung rencananya untuk menangkap peluang yang timbul dari pembangunan infrastruktur dan permintaan konsumen. (az)