Jakarta, TopBusiness—Perusahaan teknologi global untuk mengirim-mengelola uang, Wise, memberikan beberapa informasi tentang biaya kuliah luar negeri. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah TopBusiness belum lama ini, dijelaskan antara lain tentang biaya kuliah di luar negeri.
”Biaya kuliah umumnya merupakan biaya terbesar yang perlu ditanggung ketika menempuh pendidikan di luar negeri,” kata Elian Ciptono, Country Manager Wise.
Setiap negara memiliki standar biaya pendidikan yang berbeda-beda. Misalnya universitas-universitas di Amerika Serikat memiliki rata-rata biaya kuliah tertinggi dibandingkan negara lainnya, sementara universitas negeri di Jerman menawarkan kuliah gratis, baik untuk mahasiswa lokal maupun internasional.
Adapun kisaran rata-rata biaya kuliah tahunan universitas negeri di beberapa negara favorit pilihan pelajar Indonesia:
●Belanda: 9.788 USD– 17.000 USD
●Amerika Serikat: 45.790 USD – 86.540 USD
●Australia: 20.000 – 45.000 USD
●Inggris: 17.000 – 43.000 USD
●Malaysia: 2.750 USD – 4.950 USD
●Singapura: 22.527 USD – 33.868 USD
●China: 3.300 USD – 9.900 USD
●Jerman: Gratis, jika mendaftar di universitas negeri
Kemudian, dijelaskan pula tentang biaya hidup di negara tujuan. Kisaran biaya hidup tahunan di beberapa negara favorit pilihan pelajar Indonesia:
●Belanda: 10.307 USD – 15.461 USD
●Amerika Serikat: 18.000 USD
●Australia : 16.700 USD
●Inggris: 21.700 USD
●Malaysia: 3.830 USD
●Singapura: 13.503 USD
●China: 14.040 USD
●Jerman: 12.670 USD – 29.850 USD
Wise pun merekomendasikan memerhatikan beberapa hal lain. Antara lain tentang Nilai tukar mata uang di negara tujuan. Jangan lupa pula untuk mempertimbangkan fluktuasi nilai tukar mata uang negara tujuan. Nilai tukar yang tiba-tiba melejit akan membuat membuat biaya studi di luar negeri menjadi jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Lalu, perlu pula memerhatikan persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk mendaftar di universitas pilihan. Berbeda dengan universitas di Indonesia yang hanya perlu melampirkan nilai rapor dan ijazah kelulusan, universitas di luar negeri umumnya membutuhkan lebih banyak dokumen dan persyaratan.
Setiap universitas memiliki persyaratan yang berbeda-beda, namun biasanya memerlukan dokumen-dokumen seperti fotokopi nilai sekolah dan ijazah yang telah diterjemahkan dan dilegalisir; hasil tes bahasa, seperti TOEFL, IELTS, SAT, atau GMAT untuk negara berbahasa Inggris, HSK untuk negara berbahasa Mandarin, dan lainnya; personal statement, esai, curriculum vitae (CV), dan portofolio; dan lain-lain.
