
Jakarta, businessnews.id — Bali Towerindo Sentra resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dengan kode emiten BALI.
Pada sesi perdagangan awal hari ini, harga saham BALI diperdagangkan sebesar Rp 600 per lembar pada harga tertinggi, dan harga terendah seharga Rp 500 per lembar. Sedangkan harga penawaran senilai Rp 400 per saham, atau naik 40 persen.
Pada sesi perdagangan awal, saham BALI mencatatkan transaksi dengan volume 101 lot dan total nilai transaksi Rp 6 miliar.
Sedangkan jumlah saham perseoran yang dicatatkan sebanyak 597.800.000 unit saham dan 176.600.000 waran seri I (kode: BALI –W ).
Sebanyak 88.000.000 unit saham merupakan saham baru yang ditawarkan melalui penawaran umum. Dan setiap pemegang satu saham baru akan memperoleh dua waran seri secara cuma-cuma yang dapat digunakan untuk membeli saham baru BALI mulai tanggal 15 September 2014 sampai 12 Maret 2019.
Menurut Direktur Utama Bali Towerindo Sentra, Jap Owen Ronadhi, penawaran saham perdana ini akan menghasilkan dana tunai sebesar Rp 32,5 miliar dari keseluruhan saham yang dilepas. Dana tersebut akan digunakan untuk modal belanja, “Salah satunya pembangunan menara dan peningkatan kapasitas jaringan telekomunikasi di Pulau Bali,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/3/14).
Ditambahkannya, per 31 desember 2013, BALI dan salah satu anak perusahaan, yaitu PT Paramitra Intimega yang bergerak dalam bidang jasa penyewaan menara telekomunikasi, telah memiliki 208 menara dan jaringan telekomunikasi yang tersebar di seluruh kabupaten di Provinsi Bali, dan 16 menara telekomunikasi lainnya sedang dalam tahap pembangunan.
Pada saat ini, dia mengatakan, BALI telah memiliki tujuh kontrak penyewaan menara dan jaringan telekomunikasi dengan operator-operator telekomunikasi yang beroperasi di Indonesia. Di samping itu, PT Paramitra Media Interaktif sedang menjajaki pengembangan bisnis televisi berbayar dengan menggunakan jaringan fiber optik yang dimiliki oleh perseroan. (ZIZ)