Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia masih masuk dalam pergerakan terkoreksi.
Melalui mncsekuritas.id, terlihat riset MNCS Daily Scope Wave 30 Juli 2024. IHSG menguat 0,01% ke 7.288 dan masih disertai oleh volume pembelian. Selama IHSG belum mampu break 7.354 sebagai resistance terdekatnya, saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave 2 dari wave (3), sehingga pergerakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya. Adapun area koreksi IHSG diperkirakan akan menguji ke rentang 7.026-7.103.
Support: 7.207, 7.099
Resistance: 7.354, 7.396
ADRO – Buy on Weakness
ADRO bergerak flat ke Rp3.180 dan masih disertai dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, diperkirakan posisi ADRO sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (v), sehingga ADRO akan rawan terkoreksi terlebih dahulu.
Buy on Weakness: Rp3.050-3.150
Target Price: Rp3.300, Rp3.400
Stoploss: below Rp2.900
BMRI – Buy on Weakness
BMRI terkoreksi 1,15% ke Rp6.475 dan masih didominasi oleh volume penjualan, namun koreksinya masih tertahan MA20. Posisi BMRI saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [iii], sehingga koreksinya masih rawan berlanjut.
Buy on Weakness: Rp6.200-6.450
Target Price: Rp6.750, Rp7.075
Stoploss: below Rp5.825
INDF – Buy on Weakness
INDF terkoreksi 0,82% ke Rp6.075 namun masih didominasi oleh volume pembelian, koreksinya pun telah menembus MA60. Kami perkirakan, posisi INDF saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave ii dari wave (iii), sehingga INDF masih rawan melanjutkan koreksinya.
Buy on Weakness: Rp5.950-6.050
Target Price: Rp6.200, Rp6.300
Stoploss: below Rp5.900
KLBF – Buy on Weakness
KLBF terkoreksi 0,95% ke Rp1.560 disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan, namun koreksinya masih mampu tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi KLBF diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C, sehingga KLBF masih rawan melanjutkan koreksinya.
Buy on Weakness: Rp1.495-1.535
Target Price: Rp1.605, Rp1.675
Stoploss: below Rp1.430 per unit saham.
