TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Walau Terkoreksi, Indeks Kepercayaan Industri Masih Ekspansif

Achmad Adhito
1 August 2024 | 08:01
rubrik: Ekonomi
Barito Pacific Terus Garap Kawasan Industri di Serang

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Juli 2024 mencapai 52,4, atau melambat 0,1 poin dibandingkan Juni 2024. “Meski demikian, kondisi ini menunjukkan industri berada dalam kondisi yang ekspansi di tengah kondisi ketidakstabilan perekonomian global dan penurunan permintaan atas produk manufaktur dalam negeri saat ini,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif , dalam keterangan resmi untuk wartawan (31/7/2024).

Jika dilihat lebih detail, perlambatan nilai IKI dipengaruhi oleh menurunnya nilai variabel pesanan baru dan masih terkontraksinya variabel produksi.

Nilai IKI variabel pesanan baru menurun 1,86 poin menjadi 52,92, sedangkan variabel produksi meningkat 2,45 poin menjadi 49,44 atau masih kontraksi. 

Selanjutnya, nilai IKI variabel persediaan produk meningkat 0,48 poin menjadi 55,53.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa saat ini pesanan/penjualan di industri pengolahan masih dipenuhi oleh persediaan produk,” kata Febri.

Selain itu, di beberapa industri yang pesanan barunya kontraksi, produksi dilakukan untuk menambah tingkat ketersediaan produknya. Mayoritas industri pengolahan di Indonesia juga masih sangat mengandalkan pasar domestik.

Penurunan pesanan terjadi hampir di seluruh subsektor industri. Dari 23 subsektor, 15 subsektor industri mengalami penurunan pesanan baru. Hal ini dikarenakan kondisi global yang belum stabil dan penurunan daya beli masyarakat di pasar domestik. Data Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan terjadinya penurunan jumlah tenaga kerja sektor industri atau peningkatan pekerja nonformal. 

“Sedangkan bila dilihat dari sisi proporsi pengeluaran terhadap pendapatan, terjadi peningkatan konsumsi dan penurunan tabungan, sehingga dapat disimpulkan kondisi masyarakat saat ini telah menggunakan tabungannya untuk konsumsi,” ia menambahkan.

Kondisi ini tentu saja berdampak pada pola pembelian barang yang berorientasi harga dan penurunan keberanian untuk berspekulasi mendapatkan kredit pembiayaan. Sedangkan, para produsen mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi produksi. Hal ini menjelaskan nilai IKI variabel produksi yang masih terkontraksi. 

BACA JUGA:   Jembatan Konektivitas 2 Provinsi Diresmikan

“Beberapa faktor lain yang menahan laju ekspansi IKI yaitu pelemahan nilai tukar dan pemberlakuan kebijakan relaksasi impor usai dibukanya 26.000 kontainer impor yang tertahan di pelabuhan oleh Menko Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran kebijakan yang sinergis dalam pembangunan industri pengolahan,” ujar Febri.

Tags: indeks kepercayaan industrikemenperin ri
Previous Post

IHSG Berpotensi Menguat

Next Post

CFO Club Indonesia: Di Tengah Ketidakpastian, Para CFO Harus bisa Gaet Peluang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR