Jakarta, TopBusiness—Blue Bird mencatat pertumbuhan bisnis yang baik di semester pertama 2024. Antara lain, emiten dengan kode saham BIRD tersebut meraih pendapatan bersih sebesar Rp2,32 triliun atau naik 11,3% pada semester 1 2024. Pada periode yang sama sebelumnya, perusahaan tersebut memeroleh pendapatan Rp2,09 triliun.
Kemudian, Blue Bird mencatat pertumbuhan laba per saham yang solid pada kuartal kedua 2024, dengan peningkatan sebesar 27,1% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 8,0% dibandingkan tahun lalu. Hal ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari layanan non-taksi yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi, mencapai 40%.
Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam analisisnya (1/8/2024), mengatakan bahwa Blue Bird memiliki peluang besar untuk meningkatkan keuntungan di masa depan. Hal itu melalui perluasan jaringan dan konektivitas dengan layanan shuttle Cititrans dan layanan antar jemput bisnis.
Namun, Blue Bird juga menghadapi tantangan dari persaingan yang semakin ketat dengan pendatang baru seperti Xanh SM (layanan taksi online dari Vietnam) yang dapat menurunkan pendapatan rata-rata per pengguna.
“Selain itu, potensi pencabutan subsidi bahan bakar dapat mengurangi margin keuntungan karena bahan bakar menyumbang 28,1% dari biaya pokok penjualan,” demikian disebutkan dalam analisis tersebut.
