Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan atau jelang akhir pekan sekaligus memperingati detik-detik Dirgahayu RI, berpotensi menguat.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (16/08/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Saham AS ditutup menguat pada Kamis (15/8). Dow +1,39%, diikuti S&P 500 1,61%, dan Nasdaq 2,34%. Pasar AS ditutup menguat karena data penjualan ritel yang naik pada bulan juli dan penurunan jumlah klaim pengangguran mingguan.
Pasar komoditas ditutup menguat. Minyak WTI +0,78% menjadi USD 77,9/bbl, batu bara 2,92% menjadi USD 150,0/ton, nikel 0,63% menjadi USD 16.337/ton, CPO 0,41% menjadi MYR 3.696. Sebaliknya, emas -0,34% menjadi USD 2.456/toz.
Bursa Asia sebagian besar ditutup menguat pada Kamis (15/8). Nikkei +0,78%, Hang Seng -0,03%, dan Shanghai +0,94%. Sementara, IHSG ditutup pada level 7.409 (-0,36%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 628 miliar.
Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 393,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 234,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 120,1 miliar), BMRI (Rp 92,1 miliar), dan TLKM (Rp 77,8 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh AMMN (Rp 52,2 miliar), BBNI (Rp 49,9 miliar), dan TPIA (Rp 24,3 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXPROP, sementara yang menjadi top sector adalah sektor IDXINFRA. Top leading movers emiten DSSA, BMRI, BBCA, sementara top lagging movers emiten AMMN, TLKM, BREN.
Nikkei (+2,6%) dan KOSPI (1,9%) dibuka menguat pagi ini. “Kami perkirakan IHSG akan menguat hari ini, seiring dengan sentimen dari pasar global dan regional,” demikian isi riset.
