Jakarta, TopBusiness—CEO Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), John Anis, mengatakan bahwa pihaknya memiliki mandat mendukung pemerintah Indonesia mencapai target penurunan emisi, sekaligus untuk menyiapkan bisnis masa depan bagi Pertamina. PNRE juga memiliki aspirasi menjadi pemimpin dalam membangun ekosistem NZE (net zero emission) di Indonesia.
“PNRE mengalokasikan capex (capital expenditure/belanja modal) yang besar untuk pengembangan energi baru-terbarukan. Hingga 2029, Capex PNRE akan mencapai USD6,2 miliar,” ujar John Anis, saat menjadi pembicara dalamForum Bisnis Indonesia-Amerika Serikat yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Senin 26 Agustus 2024.
Ia menambahkan, sebanyak 63 persen Capex dialokasikan untuk pengembangan tenaga surya, angin dan geothermal. “Selebihnya sebanyak 18 persen untuk pengembangan solusi rendah karbon termasuk dekarbonisasi, kemudian biomassa dan bioetanol (11 persen) serta pengembangan bisnis masa depan (6 persen),” kata dia dalam keterangan tertulis untuk wartawan, hari ini.
“PNRE berkomitmen untuk menumbuhkan bisnisnya, oleh karena itu, kami membuka peluang untuk bekerja sama baik dengan mitra domestik maupun internasional termasuk Amerika Serikat,” ungkap John Anis.
Adapun Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menjekaskan bahwa Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina,” kata Fadjar.
