TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kantongi Kontrak Baru Rp12 Triliun, ADHI: Mayoritas Proyek Pemerintah

Busthomi
28 August 2024 | 20:05
rubrik: Capital Market
Kampung Ilmu Bukti Sahih Keberhasilan CSR dan PKBL Adhi Karya

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI) mengaku memiliki arus kas yang positif. Likuiditas yang bagus ini disebut Perseroan sebagai langkah tepat untuk merampungkan proyek-peroyek yang ADHI.

Maklum saja, sejauh ini ADHI sendiri mengaku sudah mengantongi kontrak baru mencapai Rp12 triliun hingga Juli 2024. Beberapa kontrak itu termasuk kontrak besar di dalamnya. Sehingga arus kas yang kuat sangatlah penting.

“Iya, hngga Juli 2024, ADHI telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 12.0 triliun. Perolehan kontrak baru di Juli itu didapat dari pekerjaan proyek gedung sebesar 50%, sumber daya Air sebesar 29%, proyek jalan & jembatan sebesar 9%, sedangkan sisanya diperoleh dari proyek properti dan manufaktur,” ujar Rozi Sparta, Corporate Secretary ADHI dalam Pubex Live 2024, Rabu (28/8/2024).

Sedangkan jika diurai dari sumber pendanaan tersebut, kata Rozi, mayoritas bersumber dari pemerintah (Pemerintah, BUMN/D, Loan) sebesar 81%. Adapun sisanya itu bersumber dari swasta sebesar 19%.

Ditinjau dari lini bisnis, kata dia, perolehan kontrak masih didominasi 90% dari lini engineering & construction, 4% property & hospitality, 4% manufacture, dan 2% dari lini investment & concessions.

“Sampai dengan bulan Juli 2024 itu, ADHI berhasil memperoleh beberapa kontrak besar antara lain sarana & prasarana Tambak Udang Sumbawa KKP RI, Istana Wakil Presiden, EPCC Jetty & Propylene Storage Tank, serta Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek Fase II,” terangnya.

Adapun dari sisi kinerja keuangan, lanjutnya, hinga akhir Juni 2024, ADHI membukukan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun. Kemudian dari sisi laba kotor, ADHI mencetak Rp 521,7 miliar.

Di sisi bottom line ini, ADHI mencetak laba selama semester I tahun 2024 sebesar Rp 13,8 miliar atau naik sebesar 11% dari laba bersih periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 12,4 miliar.

BACA JUGA:   Siapkan Capex Rp8,24 T di 2025, CMNP Optimis Bisa Kerek Pendapatan Jadi Rp4,86 T

“Kenaikan laba tersebut dikontribusi oleh proyek seperti jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, jalan Tol Yogyakarta-Bawen, dan Pembangunan Rumah Susun Polri dan BIN IKN-Penajam Paser,” katanya.

“Peningkatan laba bersih ini mengindikasikan ADHI tetap mampu bertumbuh di tengah sentimen industri konstruksi yang kurang baik,” katanya lagi.

Total aset ADHI pada semester 1 2024 mencapai Rp 36.2 triliun. ADHI telah menurunkan utang usaha sebesar 14% dan utang bank & obligasi sebesar 20% sehingga Liabilitas ADHI pada semester 1 tahun 2024 tercatat Rp 26.9 triliun atau turun 14% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 31.3 triliun.

Hal ini menunjukkan komitmen ADHI untuk memenuhi kewajiban yang dimiliki. Ekuitas ADHI pada semester I 2024 sebesar Rp 9.2 triliun.

Sedangkan dari sisi Net Cash Flow Provided by Operating Activites ADHI mampu membukukan nilai positif sebesar Rp 1.0 triliun dimana dikontribusikan dari realisasi pembayaran LRT sebesar Rp 4.1 triliun dan pembayaran dari termin proyek-proyek yang dikerjakan perseroan.

Pembayaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas ADHI untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek.

“Dengan demikian, Solvabilitas menunjukkan perbaikan dimana Rasio DER Total dari tahun sebelumnya 3.41x menjadi 2.91x, rasio DER Interest Bearing Debt ADHI pun turut menunjukkan perbaikan dari 1.29x pada tahun sebelumnya menjadi 1.04x,” tandasnya.

Rasio solvabilitas merupakan tolok ukur kemampuan suatu usaha dalam melunasi utang atau pinjaman dalam jangka waktu tertentu, hal ini menunjukkan kondisi postur kinerja ADHI yang semakin sehat.

Tags: ADHIKinerja emitenkontrak baruPT Adhi Karya (Persero) Tbk
Previous Post

DMAS Optimis Gaet Target Prapenjualan Tahun Ini

Next Post

Indonesia Retail Summit 2024 Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Khususnya Sektor Ritel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR