TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sertifikat Manajer Transformasi Industri 4.0 Sudah Dimiliki 79 Orang

Achmad Adhito
29 August 2024 | 14:15
rubrik: Ekonomi
Kampus Ini Raih Penghargaan Pameran Terkait Industri 4.0

Ilustrasi Industry 4.0 (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness—Hingga Agustus 2024, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet dan Plastik (BBSPJIKKP) telah memberikan sertifikat kompetensi manajer transformasi industri 4.0 untuk 79 orang.

Keterangan resmi dari Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) hari ini menyebutkan bahwa mereka berasal dari perusahaan industri binaan Direktorat Jenderal Industri Agro (IA), Direktorat Jenderal Industri Kimia Farmasi (IKFT) dan Tekstil, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE). Juga, dari Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA). 

Manajer transformasi industri 4.0 memainkan peran penting dalam transformasi digital di perusahaan. Adanya manajer transformasi industri 4.0 yang kompeten merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam bertransformasi digital, karena berpengaruh pada integrasi aspek teknologi 4.0 untuk mendukung proses bisnis perusahaan. Kemenperin terus mendorong lahirnya peran ini di perusahaan-perusahaan untuk mengakselerasi implementasi Industri 4.0.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi, mengatakan bahwa keberadaan manajer transformasi industri juga memberi pengaruh besar bagi perusahaan untuk lepas dari resistensi terhadap transformasi digital akibat perubahan teknologi.

“Resistensi ini dapat berasal dari ketakutan kehilangan pekerjaan, ketidakpahaman terhadap manfaat teknologi baru, atau ketidaknyamanan dengan perubahan operasional,” kata dia.

“Resistensi terhadap perubahan dapat menyebabkan keterlambatan dalam implementasi transformasi digital dan mengurangi efektivitas program yang dijalankan,” kata Andi.

BACA JUGA:   Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Industri Capai 8-20% dari Keseluruhan
Tags: Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa IndustriBBSPJIKKPkemenperinManajer Transformasi Industri 4.0
Previous Post

Masih Antisipasi Makro Ekonomi, SMSM Pangkas Target Penjualan

Next Post

Ini Strategi BRI Genjot Holding Ultra Mikro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR