Jakarta, TopBusiness – PT Alam Sutera Realty Tbk (IDX: ASRI) mengaku usai meluncurkan produk barunya turut membantu penjualan produk properti dari marketing sales.
Diketahui, pengembang property di Alam Sutera, Tangerang dan Tengerang Selatan itu selama semester I-2024 baru saja meluncurkan dua produk baru yaitu Cluster Agra dan Cluster Cassia.
Cluster Agra merupakan Klaster pertama dalam Superklaster Cemara di Suvarna Sutera, dikembangkan di atas lahan seluas 9,1 hektar dengan kisaran harga Rp 1,6 miliar-Rp 2,0 miliar.
Cluster Cassia merupakan pengembangan produk rumah yang terakhir dari Ayodhya by Alam Sutera dengan kisaran harga Rp 1,9 miliar – Rp 3,3 miliar. Dari penjualan itu, Perseroan berhasil membukukan marketing sales yang cukup besar.
“Hingga Juni 2024, perseroan telah membukukan marketing sales sebesar Rp 1,2 triliun atau 42,4% dari target tahun 2024. Cluster Agra telah menyumbang Rp 222,1 miliar,” tegas keterangan resmi Perseroan kepada media dalam Pubex Live 2024, Kamis (29/8/2024).
Selain Cluster Agra, proyek-proyek yang berkontribusi terhadap marketing sales tersebut antara lain The Gramercy (Rp 220,2 miliar), Elevee dan Ayodhya apartemen (Rp 100,0 miliar), kavling dan ruko komersial (Rp 192,3 miliar) dan penjualan stok.
Ditilik dari kinerja, hingga Juni 2024, Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp1,88 triliun. Adapun komposisi total pendapatan adalah sebagai berikut, dari Real Estate sebesar Rp1,44 triliun atau sebesar 76,6% dari penjualan. Lainnya ditopang oleh recurring Income sebesar Rp 440,8 miliar atau sebesar 23,4% dari penjualan.
“Untuk omposisi pendapatan Real Estate terdiri dari tanah sebesar Rp 137,3 miliar, rumah dan ruko sebesar Rp 1,24 triliun, apartemen Rp 53,6 miliar,” ujarnya.
Sementara untuk komposisi pendapatan Recurring Income terdiri dari jasa hospitality dan prasarana sebesar Rp 321,0 miliar, meningkat sebesar 18,8% y-o-y. Dan pariwisata dan lainnya sebesar Rp 119,8 miliar, meningkat 25,6% y-o-y.
Dengan laba bruto yang berhasil dikantongi sebesar Rp 973,6 miliar dan marjin laba bruto sebesar 51,8%. EBITDA (12 bulan terakhir) sebesar Rp 1.847,2 miliar. Dengan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp 24,4 miliar pada paruh pertama 2024.
“Pada bulan Juli 2024, Perseroan telah melakukan pelunasan dipercepat atas seluruh utang obligasi dolar dengan menggunakan pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) sebesar Rp3,9 triliun yang diperoleh pada bulan Juni 2024,” kata dia.
Pasca pelunasan ini, Perseroan telah berhasil menghilangkan risiko nilai tukar dan memperbaiki debt maturity profile. Kemudian pada bulan Agustus 2024, Moody’s Ratings telah memberikan rating upgrade kepada Perseroan dari Caa1 dengan outlook negatif menjadi B3 dengan outlook stabil.
