Jakarta, TopBusiness – PT Eltran Indonesia (Eltran) sebagai entitas bisnis pada bidang digital solution, MRO, mechanical clectrikal, electric vehicle, defense technology, melakukan penerapan GRC secara terintegrasi dengan induk perusahaan yaitu PT LEN Industri dan DEFEND ID.
Sehubungan dengah tersebut, Eltran yang masih tergabung sebagai anak perusahaan PT LEN Industri (Persero), tengah mendalami ekspansi bisnis di bidang digital terintegrasi dan beberapa lainnya.
Dalam penjurian yang berlangsung secara virtual dan di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2024, Direktur Utama Eltran, Tuning Rudyanti, menyatakan bahwa pihaknya terus-menerus untuk melakukan konsolidasi dalam rangka pencapaian kinerja bisnis, melalui pengembangan bisnis digital.
“Kami juga sedang melakukan konsolidasi dengan induk perusahaan dalam hal ini DEFEND ID, dimana nantinya Eltran akan menjadi perusahaan bisnis garapan kepada digital dan juga beberapa layanan bisnisnya,” kata Tuning, di Jakarta, Jumat (30/8/2024) akhir pekan lalu.
Tentu saja dalam mengembangkan ekspansi bisnis, perusahaan melakukan integrasi GRC dengan induk. “Kami akan garap bisnis digital ini tanpa bergantung dari super holding kami. Target kami di 2029, Eltran sudah lepas dari bayang-bayang induk. Tentunya, kami mempersiapkan Eltran ini bisa dapat bersaing di dalam negeri hingga global. Kami menjadikan perusahaan ini dapat melayani market digital terintegrasi,” tegas Tuning Rudyanti dalam presentasi.
Tampak hadir dan turut mendampingi orang nomor satu seperti Richard Erlangga sebagai Komisaris Utama, Sentot Rahmad Adi (Direktur Operasional), Syifa Fitria Sari (Manager Dept GRC), Herryawan (Manager Corporate Secretary).
Dikatakan, Eltran akan meningkatkan leadership berbasiskan kepada GRC, ESG dan SDGs untuk mengejar target menjadi perusahaan unggul di pasar global agar bertumbuh menjadi kebanggaan anak bangsa sebagai perusahaan BUMN yang terpercaya.
Untuk menjadi perusahaan berdaya saing dengan keunggulan, maka korposari telah memetakan dan memitigasi berbagai hal yang bisa mengganggu bisnis operasional. Pemetaannya tercantum dalam SASARAN, yakni pertama, business development, penataan kembali pipeline bisnis dengan menambahkan beberapa account dan implementasi kerja sama dengan principal technology.
Kedua, peningkatan kinerja keuangan. Dalam hal ini, perusahaan mengajukan penjualan saham PT SEI dan PT LRS, penjualan aset tetap serta debt equity swap (DES) kepada pemegang saham untuk memperbaiki rasio keuangan.
Ketiga, operational excellence, melalui pengembangan dan optimalisasi sistem IT (dashboard, monitoring & reporting). Keempat, pengembangan SDM, meningkatkan core competency perusahaan dengan melakukan trainning, sertifikasi dan leadership & communication skills. Kelima, implementasi shared service, yaitu penyusunan roadmap perbaikan manajemen risiko.
Tak hanya itu, menurut Tuning, pembangunan integrasi GRC, ESG, SDGs menjadikan bisnis menuju sustainable. Eltran menyadari bahwa integrasi yang kuat dengan mengusung tiga komponen pada akhirnya dapat mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.
Dijelaskan Tuning, GRC menyediakan kerangka kerja dan kontrol yang terukur, dengan mengutamakan etika bisnis yang memberikan perlakuan yang sama dan memberikan added value untuk stakeholder. “Memastikan tata kelola perusahaan dengan prinsip TARIF, serta mematuhi ketentuan perundang-undangan dan regulasi bisnis terkait memastikan pengelolaan risiko berdasarkan risk appetite dan risk tolerance yang telah ditetapkan perusahaan,” katanya.
Sementara, melalui penerapan framework ESG ke dalam strategi bisnis perusahaan, maka akan memberikan dampak terhadap keberlanjutan bisnis (business sustainability) dalam jangka waktu yang panjang, yang pada akhirnya akan dapat memberikan kontribusi jelas dan signifikan dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Terakhir, pentingnya SDGs terhadap model bisnis yang berkelanjutan memberikan kesadaran perusahaan untuk menjadikan SDGs sebagai pedoman krusial dalam proses pengambilan keputusan bisnis jangka panjang, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial internal maupun di lingkungan sekitar.
