Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan bergerak sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (12/9/2024) memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Rabu (11/9). Dow +0,31%, S&P 500 1,07%, dan Nasdaq 2,17%. S&P 500 naik, Nasdaq ditutup 2% lebih tinggi dalam pemulihan setelah laporan inflasi yang kurang bagus.
Pasar komoditas menguat Rabu kemarin (11/9), harga minyak WTI +1,48% ke level USD 67,31/bbl, harga minyak Brent +2,05% ke level USD 70,61/bbl, harga batubara +0,18% di level USD 139,0/ton, dan CPO +0,46% ke level MYR 3.901. Harga emas terpantau melemah 0,15% ke level USD 2.513,0/toz.
Bursa Asia bergerak melemah Rabu (11/9). Kospi -0,4%, Hang Seng -0,73%, Nikkei -1,49% dan Shanghai -0,82%.
IHSG ditutup melemah 0,01% ke level 7.760,9. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 231 miliar.Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 84,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 146,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 303,2 miliar), BBCA (Rp 211,7 miliar), dan BRIS (Rp 103,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 451 miliar), ANTM (Rp 57,8 miliar), dan TPIA (Rp 40,6 miliar). Top leading movers emiten BREN, BMRI, BRPT, sementara top lagging movers emiten TPIA, BBRI, AMMN.
Pagi ini, baik Kospi dan Nikkei mencatatkan penguatan 1,31% dan 3,06%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak sideways, dikarenakan pergerakan beragam dari bursa Asia, global, dan komoditas,” demikian isi riset.
