Jakarta, TopBusiness-–PT Elnusa, Tbk., terus mendukung kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Terbaru, Elnusa melalui unit Business Wireline Services menghadirkan teknologi CO Log dalam upaya membantu reaktivasi sumur-sumur minyak tua dan idle yang tersebar luas di Indonesia.
“CO Log atau Carbon-Oxygen Logging merupakan alat yang lazim digunakan dalam industri hulu migas untuk memantau reservoir serta mengidentifikasi kandungan minyak yang masih tersisa dan potensial untuk diproduksikan kembali,” kata Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham, akhir pekan kemarin.
CO Log ini akan mengukur kadar karbon dan oksigen yang terdapat di dalam formasi. Jika ditemukan kadar karbon maka terdapat kandungan hidrokarbon, sementara jika ditemukan oksigen maka yang terkandung adalah air.
“Pemanfaatan CO Log terbilang efektif untuk menilai sisa kandungan minyak di dalam suatu sumur. Berdasarkan perhitungan tersebut, perusahaan migas kemudian bisa menentukan metode apa yang tepat dilakukan untuk sumur tersebut secara ekonomis, apakah sumur tersebut harus ditutup atau masih dapat diproduksikan kembali.”
Penggunaan CO Log menjadi relevan sekarang ini mengingat adanya ribuan sumur-sumur tua dan idle di Indonesia. Apalagi perusahaan migas seperti Pertamina group belakangan ini juga tengah menggencarkan kegiatan reaktivasi sumur tua/idle well.
Alat CO Log ini sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan hidrokarbon di dalam formasi untuk daerah-daerah yang mature terutama sumur tua atau sumur idle yang ingin diketahui apakah masih ada sisa minyak atau hidrokarbon di dalamnya,” jelas Bachtiar.
