Jakarta, TopBusiness—Mengatasi sejumlah kendala bisnis seperti tren penurunan utilisas yang diperkirakan menjadi 46% di kuartal III 2024, PT Asia Pacific Fibers, Tbk., terus menggelar sejumlah strategi. Satu di antara itu adalah negosiasi skema kerjasama dengan pihak ketiga dalam memeroleh pendanaan modal kerja baru.
“Kami pun tengah berbicara dengan beragam pihak eksternal dalam memaksimalkan peluang pemanfaatan fasilitas produksi perseoran,” kata direksi emiten dengan kode saham POLY tersebut, dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham, hari ini.
Pembahasan konsep restrukturisasi yang sedang berjalan pun sangat penting untuk memberikan akses normal ke perbankan. Pembahasan ini diharapkan dapat tuntas dengan cepat untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut.
Direksi POLY pun menjelaskan bahwa penurunan utilisasi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Faktor penurunan margin global menimbulkan turbulensi di rantai industri. “Kelebihan kapasitas global dan aktivitas dumping melalui impor ilegal menyebabkan permintaan tidak menentu,” demikian dipaparkan dalam keterbukaan informasi tersebut.
POLY adalah produsen dan pemasar chip poliester, serat, dan benang filamen. Perusahaan tersebut membukukan rugi bersih pada kuartal II 2024 sebesar Rp35,3 miliar. Angka ini membaik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 yang mencetak kerugian sebesar Rp 216,8 miliar.
