Jakarta, TopBusiness – PT Astra International Tbk (IDX: ASII) terus memperluas pasar untuk kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV). Meski saat ini memang, kendaraan listrik dari luar negeri, terutama China atau Tiongkok cukup besar. Dan Perseroan optimistis bisa menguasai pasar di segmen ini.
Optimisme perseoan itu tak lepas dari performa di paruh pertama, di mana untuk penjualan mobil listrik masih positif. Demikian seperti disampaikan oleh Head of Corporate Investor Relation ASII, Tira Ardianti di acara Astra Media Day 2024, di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Menurutnya, pasar kendaraan EV saat ini masih tinggi lantaran adanya banyak kemudahan dan insentif dari pemerintah. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Astra untuk mendukung kebijakan transisi energi di sektor transportasi dengan menyediakan kendaraan listrik ataupun hybrid. Dan untuk kendaraan hybrid sendiri ternyata cukup banyak digemari di pasar otomotif.
“Di semester I-2024 lalu, pasar Astra untuk kendaraan Listrik mengalami peningkatan dibandingkan pada 2023 (year on year). Juga untuk kendaraan hybrid juga di Astra kian tinggi kontribusinya. Artinya sekitar kisaran 68%-70% pasarnya itu di hybrid, 30% itu ada di battery EV,” tegas dia.
Dan menanggapi persaingan di pasar otomotif dengan kehadiran produk-produk EV dari China ini, kata dia, Astra akan terus memperluas pasar EV dan hybrid di dalam negeri. Berbagai produk kendaraan tersebut akan gencar dipromosikan ke masyarakat agar Astra mampu bersaing dan menguasai pasar EV dan hybrid di dalam negeri.
“Itulah alasan Astra di grup otomotifnya menawarkan berbagai produk, tidak hanya ICE (internal combustion engine/kendaraan berbahan bakar minyak) dengan engine-engine yang semakin more trendy, tetapi juga produk battery EV sudah dikembangkan melalui Toyota dan hybrid-nya. Produk populer itu ialah Toyota Innova ZX yang masih menjadi best selling model,” tuturnya.
Ke depan, Astra berencana akan memperkenalkan model-model kendaraan listrik terbaru dan hybrid. Hal itu diharapkan bisa menjangkau masyarakat luas di tengah persaingan kendaraan EV yang makin kompetitif.
“Untuk jenis hybrid sendiri mulai mendominasi pasar karena faktor-faktor yang mungkin membuat mayoritas masyarakat Indonesia pada hari ini masih lebih bisa menerima hybrid sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi emisi. Kemudian secara harga juga sudah semakin kompetitif dengan ICE, sehingga kalau kita mau bertransisi ke kendaraan elektrik, hybrid itu bisa menjadi salah satu opsi untuk transisi dari konsumen ICE menuju ke EV,” saranya.
“Jadi Astra ini dengan produk-produknya, baik dari segmen entry, medium, bahkan sampai luxury, mayoritas segmen-segmen itu juga masih memimpin. Untuk produk-produknya masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Untuk diketahui, saat ini penjualan kendaraan di dalam negeri memang masih didominasi kendaraan berbahan bakar minyak (ICE). Untuk kendaraan ICE, memang Astra masih menjadi pemimpin utama penjualan dalam negeri dengan penjualan mencapai 1 juta kendaraan pada 2023 atau mencapai 95% total penjualan kendaraan domestik.
