Jakarta, TopBusiness – PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR) melihat pasar kendaraan alat berat terutama untuk merk Komatsu masih positif. Hal ini tak lepas dari adanya permintaan dari sektor pertambangan yang meningkat seiring masih apik performa Perusahaan di sektor itu.
Untuk itu, anak usaha Astra tersebut Kembali mengerek penjualan alat berat tersebut menjadi 4.500 unit di tahun ini. Sebelumnya perseroan hanya mematok penjualan di angka 4.000 unit.
“Outlook untuk akhir tahun ini agak membaik, jadi kami tingkatkan target menjadi 4.500 unit,” jelas Sekretaris Korporasi United Tractors, Sara K. Loebis Sara dalam Astra Media Day 2024 di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Sejauh ini, kata dia, Perseroan mengalami peningkatan permintaan, terutama dari sektor pertambangan yang terus menunjukkan tren positif. Permintaan yang stabil ini, lanjutnya, dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas tambang yang membutuhkan peralatan berat dalam skala besar untuk mendukung operasional mereka.
Makanya, UNTR pun ‘pede’ kondisi pasar yang mendukung ini akan membantu perusahaan mencapai target penjualan yang baru. Terlebih, baru-baru ini pada gelaran Mining Expo 2024 pekan lalu, UNTR memperkenalkan dua model alat berat baru jenis hydraulic excavator yakni Komatsu PC350LC-8M2 dan PC300-8M2. Kedua alat berat ini sama-sama berkapasitas 30 ton. Langkah ini untuk menarik minat pelanggan, terutama dari sektor pertambangan.
Hingga Juli 2024, kata dia, UNTR tercatat membukukan volume penjualan alat berat Komatsu mencapai 2.515 unit, turun 29% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencatat penjualan sebanyak 3.551 unit.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan dari sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan,” katanya.
Dari total penjualan tersebut, sebanyak 63% diserap oleh sektor pertambangan, diikuti sektor perkebunan sebesar 14%, konstruksi 13%, dan kehutanan 10%.
Selain itu, penjualan UD Trucks juga mengalami penurunan 47%, dari 195 unit menjadi 103 unit, sementara penjualan Scania turun 56%, dari 526 unit menjadi 229 unit. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya permintaan di sektor pertambangan.
