Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di lantai PT Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat (20/09/2024), terjungkal.
Indeks komposit Jakarta ini terjungkal 162,39 poin atau setara dengan 2,05 persen menjadi 7.743. Itu terjadi karena harga sudah terlalu mahal dan terjadi profit taking.
Pelaku pasar modal mengambil posisi ambil untung, selaras dengan memegang uang tunai di akhir pekan. Sebut saja, sektor infrastruktur terkontraksi hingga 3,26 persen, barang baku (2,11) dan properti dan real estate (1,55).
Perdagangan berlangsung amat marak, lantaran nilai transaksi harian mencapai Rp 18,6 triliun dan volume sebanyak 35 miliar unit saham.
