TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kembangkan KEK, Pemerintah RI Tiru Tiongkok

Nurdian Akhmad
25 September 2024 | 15:11
rubrik: Ekonomi
Menko Airlangga Sebut Capaian Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi Sejak 2014

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah Indonesia meniru keberhasilan Pemerintah Tiongkok dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, keberhasilan ekonomi Negeri Tirai Bambu saat ini, karena menggunakan kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus.

“Jadi kita lihat kemajuan China, hampir seluruhnya di berbagai daerah karena kebijakan special economic zone,” ujar Menko Perekonomian di sela acara Selasar Loka Kretagama, gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2024).

Sebab itu, pemerintah Presiden Joko Widodo selama ini terus mendorong kebijakan KEK di Indonesia. Skema tersebut dinilai akan menjadi pondasi kuat pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi ke depannya.

Airlangga menargetkan sekitar lima hingga sepuluh tahun ke depan, dengan skema KEK pertumbuhan ekonomi dapat lebih bagus lagi. “Kebijakan Special Economic Zone ini juga baru didorong oleh Pak Presiden Joko Widodo, sehingga dengan kebijakan tersebut lima hingga sepuluh tahun ini kita akan diperkirakan bisa gasnya lebih kencang lagi,” ucapnya.

Pemerintah sejauh ini telah menetapkan 22 Kawasan Ekonomi Khusus. Staf Ahli Kemenko Perekonomian Edwin Manansang mengatakan nilai investasi yang didapatkan sebesar Rp 187,5 triliun hingga triwulan pertama 2024.

Edwin melanjutkan dari jumlah investasi tersebut berhasil menyerap 126.506 tenaga kerja . Sepanjang triwulan pertama 2024, jumlah capaian investasi di KEK , kata dia, berjumlah Rp15,1 triliun. KEK yang ada saat ini juga melibatkan 351 pelaku usaha.

“Serapan tenaga kerja sepanjang triwulan pertama 2024 yang didorong oleh keberadaan KEK berjumlah 9.342 tenaga kerja,” kata Edwin beberapa waktu lalu.

Kemudian, Airlangga berujar sudah menetapkan tujuh tambahan Kawasan Ekonomi Khusus. Dengan demikian, saat ini Kawasan Ekonomi Khusus milik Indonesia sudah sebanyak 28. Satu  dari tujuh tambahan KEK tersebut merupakan usulan untuk perluasan lahan di KEK Nongsa. “Jadi artinya diresmikan tak diresmikan, barang ini jalan,” kata Airlangga.

BACA JUGA:   RI Harus Bisa Manfaatkan Momentum Perfect Storm Global untuk Tarik Investasi

Adapun daftar Kawasan Ekonomi Khusus tersebut adalah sebagai berikut.

1. KEK Arun Lhokseumawe

2. KEK Sei Mangkei

3. KEK Batam Aero Technic

4. KEK Galang Batang

5. KEK Kendal

6. KEK Gresik

7. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

8. KEK Palu

9. KEK Bitung

10. KEK Nongsa

11. KEK Sorong

12. KEK Tanjung Kelayang

13. KEK Lido

14. KEK Tanjung Lesung

15. KEK Singhasari

16. KEK Mandalika

17. KEK Sanur

18. KEK Morotai

19. KEK Likupang

20. KEK Kura-Kura Bali

21. KEK Tanjung Sauh

22. KEK Setangga

Tujuh Penambahan KEK yang dimaksud Airlangga adalah sebagai berikut:

1. KEK Industri Halal Sidoarjo

2. KEK PT Batuta Chemical Industrial Park, Kutai Timur

3. KEK Patimban

4. KEK Subang

5. KEK Mangkupadi terletak di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara

6. KEK Kawasan Industri Terpadu Batang

7. Usulan perluasan lahan di KEK Nongsa

Tags: airlangga hartartoMenko perekonomian
Previous Post

AstraPay Hadir di ADUJAK GenRe Nasional 2024

Next Post

RAAM Selesai Investasi di MNC Pictures, Ciptakan Integrasi Besar Perfilman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR