Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (26/9/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Pasar AS ditutup cenderung lemah pada Rabu (25/9). Dow -0,70%, S&P 500 turun 0,19%, dan Nasdaq +0,04%. Saham AS melemah pada hari Rabu setelah mencapai rekor tertinggi, dengan indeks utama ditutup bervariasi saat investor memperdebatkan kesehatan ekonomi dan kemungkinan pemotongan suku bunga besar.
Pasar komoditas ditutup cenderung menguat pada Rabu (25/9). Minyak WTI -2,80% menjadi USD 69,5/bbl, batu bara +1,78% menjadi USD 142,9/ton, nikel +0,44% menjadi USD 16.818/ton, CPO +1,38% menjadi MYR 4.044, dan emas +0,02% menjadi USD 2.682/toz.
Bursa Asia sebagian besar melemah pada Rabu (25/9): Kospi -1,34%, Nikkei -0,19%, Hang Seng +0,68%, dan Shanghai -0,50%.
Sementara IHSG ditutup pada level 7.740 (-0,48%), dengan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.855,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1.991,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 136,5 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 1.643,1 miliar), BMRI (Rp 556,8 miliar), dan BREN (Rp 121,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 85,8 miliar), ASII (Rp 84,7 miliar), dan PANI (Rp 53,3 miliar). Top leading movers emiten TPIA, GOTO, PANI, sementara top lagging movers emiten BBRI, BMRI, BREN.
Nikkei dan Kospi dibuka menguat 1,21% dan 1,31% pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan sideways hari ini dikarenakan kondisi market global dan komoditas yang bergerak mixed,” demikian isi laporan riset.
