TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Bersih Bank Mandiri 2016 Turun Menjadi Rp13,8 triliun

Achmad Adhito
14 February 2017 | 21:28
rubrik: Finance

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI ) sepanjang tahun 2016 membukukan laba bersih Rp13,8 triliun, turun 32,1% dari akhir tahun sebelumnya. Penurunan itu dikarena peningkatan alokasi  pencadangan terhadap kredit bermasalah menjadi Rp24,46 triliun atau naik 100 persen dari tahun 2015 sebesar Rp12 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan dan  mengantisipasi berbagai risiko usaha yang ada, serta  situasi perekonomian domestik maupun global maka dipandang perlu peningkatkan alokasi pencadangan menjadi Rp24,6 triliun pada akhir tahun lalu, dari Rp12,0 triliun di tahun 2015.

“Atas peningkatan pencadangan tersebut, Meski mencatat penurunan laba bersih,” ujar  Kartika di Jakarta, Selasa(14/2/2017).

Namum demikian, bank pelat merah itu berhasil membukukan aset sebesar  Rp1038,7 triliun. perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp662,0 triliun, tumbuh 11,2% secara year on year. Angka tersebut melebihi laju pertumbuhan kredit industri pada periode yang sama, yakni 7,9%.

Dari capaian tersebut, portofolio kredit produktif perseroan tercatat sebesar Rp507,9 triliun, atau 85,7% dari total kredit Bank Mandiri (bank only), tumbuh 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan jenisnya, kredit modal kerja perseroan tercatat naik 8,8% menjadi Rp323,1 triliun, sedangkan kredit investasi meningkat 10,9% menjadi Rp184,8 triliun.

Kartika menambahkan, capaian ini didorong oleh komitmen kuat perseroan dalam mendukung program pembangunan yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional. Untuk memperkuat konektivitas dan infrastruktur dasar misalnya, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit infrastruktur sebesar  Rp57,3 triliun atau 54,8% dari total komitmen yang telah diberikan sebesar Rp104,6 triliun. Kredit itu disalurkan untuk pembiayaan jalan tol sebesar Rp14,5 triliun, pembangkit listrik Rp39,3 triliun, transportasi (bandar udara, pelabuhan, dan kereta api) sebesar Rp38,2 triliun, dan telekomunikasi sebesar Rp12,6  triliun.

BACA JUGA:   Harmoni Toleransi AstraPay Peduli untuk Negeri

“Kami ingin terus merealisasikan peran sebagai agen pembangunan melalui pembiayaan yang berkualitas dan bisa memberikan dampak signifikan pada penguatan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Kartika.

Kartika menjelaskan, perseroan terus mencatat pertumbuhan positif pada seluruh segmen bisnis, dimana kenaikan terbesar secara nominal terjadi pada segmen corporate banking, yakni Rp31,5 triliun menjadi Rp230,3 triliun, dan secara persentase terjadi pada segmen micro banking, yakni 19,1% menjadi Rp50,7 triliun.  Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada sepanjang tahun lalu, perseroan menyalurkan KUR sebesar Rp13,3 triliun, atau 101% dari target awal kepada 303.720 debitur. Secara kumulatif, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp35 triliun sejak pertama kali kepada 770.643 debitur di seluruh Indonesia. Pada akhir tahun lalu, dana murah Bank Mandiri mencapai Rp489,4 triliun, naik Rp45,5 triliun atau tumbuh 10,3% dibandingkan akhir tahun 2015 sebesar Rp443,9 triliun. Kenaikan dana murah itu didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp30,6 triliun  menjadi Rp302,3 triliun, dan kenaikan giro  sebesar Rp14,9 triliun menjadi Rp187,1 triliun.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan DPK, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan elektronik perseroan untuk melengkapi total 2.599 jaringan kantor cabang yang telah ada. Jaringan elektronik tersebut meliputi 17.461 mesin ATM, 236.711 mesin EDC, serta layanan internet banking, mobile banking dan call center 14000

“Kami berharap pencapaian aset sebesar Rp1.038,7 triliun pada akhir tahun lalu itu akan semakin mendekatkan kami pada peringkat Qualified ASEAN Bank (QAB) yang akan mendukung realisasi  ekspansi bisnis perseroan ke regional,” tutur Kartika.(az)

Previous Post

Rugi Kurs Tekan Laba Bersih Elnusa 2016 Menjadi Rp310 Miliar

Next Post

Bank Maybank Indonesia Catat Laba Bersih 2016 Sebesar Rp1,95 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR