TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tip Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Turun

Achmad Adhito
10 October 2024 | 07:40
rubrik: Capital Market
Ilustrasi: Istimewa

Ilustrasi: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness—Dalam beberapa waktu terakhir ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan. “Kenyataannya ini menimbulkan kekhawatirannya di kalangannya investor,” kata Head of IPOT Fund, Dody Mardiansyah, dalam keterangan yang diterima pagi ini oleh redaksi Majalah TopBusiness. Ia menegaskan bahwa bagi para pemegang reksa dana saham, situasi ini tidak harus menjadi alasan untuk kuatir.

Dalam upaya memberikan solusi investasi jangka panjang yang optimal, imbuh Dody, IPOT Fund telah hadir dengan produk reksa dana saham Power Fund Series (PFS) yang berbeda dengan reksa dana saham konvensional karena real-time pricing, 100% transparansi portofolio, pencairan dana pasti dalam 2 hari dan multi opsi transaksi kepada para investor yang menginginkan potensi pertumbuhan modal yang tinggi melalui instrumen saham.

Ia lantas berbagi 5 tip penting agar investor tetap bijak dalam berinvestasi reksa dana saham, meski IHSG sedang lesu.

  1. Fokus pada Jangka Panjang
    Penurunan IHSG bersifat sementara dan merupakan bagian dari gejolak pasar yang normal. Reksa dana saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Investor yang tetap fokus pada tujuan jangka panjangnya akan lebih mampu menghadapi fluktuasi pasar dengan tenang.
  2. Jangan Terburu-Buru Menjual
    Saat IHSG turun, banyak investor yang tergoda untuk menjual investasinya karena takut kerugian lebih lanjut. Padahal, penjualan saat pasar lesu justru bisa membuat kerugian terealisasi. Sebaliknya, tetap bertahan dan menunggu perbaikan pasar sering kali menjadi strategi yang lebih bijaksana. Ketika pasar turun, inilah waktu yang baik untuk mengevaluasi kinerja manajer investasi. Pastikan bahwa mereka memiliki rekam jejak yang baik dalam mengelola dana selama kondisi pasar yang sulit. Kinerja masa lalu dalam mengatasi volatilitas pasar dapat memberikan gambaran tentang kemampuan mereka di masa mendatang.
  3. Manfaatkan Harga Saham yang Lebih Murah
    Penurunan IHSG membuka peluang bagi investor untuk membeli unit reksa dana saham pada harga yang lebih rendah. Ini adalah saat yang tepat untuk menerapkan strategi “buy on weakness” yaitu membeli ketika harga rendah dan memaksimalkan potensi keuntungan saat pasar kembali pulih.
  4. Diversifikasi Portofolio
    Salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko saat pasar bergejolak adalah dengan diversifikasi. Pastikan portofolio tersebar di berbagai sektor dan instrumen keuangan. Reksa dana saham yang dikelola dengan baik biasanya memiliki diversifikasi alami, tetapi tidak ada salahnya mengecek ulang apakah portofolio sudah cukup seimbang. Reksa dana saham Power Fund Series yang 100% transparansi portofolio memudahkan investor untuk melakukan pengecekan saham apa saja yang ada di dalam produk reksa dana saham tersebut.
  5. Tetap Tenang dan Hindari Spekulasi
    Menghadapi penurunan IHSG memerlukan ketenangan. Hindari keputusan emosional dan spekulasi yang bisa merugikan investasi dalam jangka panjang. Kepercayaan pada proses investasi yang solid dan terencana adalah kunci untuk melalui masa-masa sulit ini. “Investor perlu tetap optimis dan melihat penurunan pasar ini sebagai peluang investasi jangka panjang,” pungkas Dody.
BACA JUGA:   Technical Rebound Angkat Indeks
Tags: ihsg turuninvestasi reksadanaipot
Previous Post

Sebab Komoditas, IHSG bisa Melemah

Next Post

Saham Dijagokan di Hari Ini: ADMR, BRIS, dan Lainnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR