Jakarta, TopBusiness — IHSG ditutup turun 0.74% kemarin, dan masih disertai dengan net sell asing ~560 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, ASII, BRIS dan UNTR.
Dan untuk perdagangan hari ini, Head of Research Retail BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan bahwa laju IHSG akan cenderung untuk bergerak sideways menunggu data inflasi US nanti malam.
“Untuk itu, level Support IHSG akan diperkirakan di kisaran 7400-7450 dan level Resist IHSG di rentang 7550-7600,” ungkap dia dalam risetnya, Kamis (10/10/2024).
Global Overnight Review
Wall Street Kompak Melesat, S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi. Indeks Wall Street kompak melesat pada Rabu (9/10). Hal ini merupakan penguatan dalam dua hari, dimana S&P 500 dan Dow Jones mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.
“Kenaikan tersebut didorong oleh penguatan saham teknologi, sementara kekhawatiran geopolitik mulai mereda,” terang dia.
S&P 500 naik 0,71% ke 5.792,04. Nasdaq Composite menguat 0,6% menjadi 18.291,62. Sedangkan Dow Jones naik 1,03% ke level 42.512,00.
Saham teknologi memimpin penguatan, dengan Amazon dan Apple masing-masing naik lebih dari 1%, sementara Super Micro Computer melonjak hingga 4%.
Sedangkan, saham Alphabet jatuh 1,5% setelah muncul laporan bahwa Departemen Kehakiman AS sedang mempertimbangkan untuk membubarkan perusahaan tersebut.
Di sisi ekonomi, investor kini menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk September yang akan diumumkan pada Kamis (10/10) dan Jumat (11/10). Kemudian, musim laporan keuangan juga akan dimulai pada Jumat, dengan JPMorgan Chase dan Wells Fargo.
Bursa Asia Bervariasi, Nikkei Pimpin Penguatan. Pasar saham Asia-Pasifik kembali bangkit pada perdagangan Rabu (9/10), setelah mengalami penurunan yang luas pada sesi sebelumnya dan karena Wall Street mengalami kenaikan semalam.
Para investor kini memfokuskan perhatian pada keputusan kebijakan dari Reserve Bank of New Zealand dan Reserve Bank of India. Bank sentral Selandia Baru diperkirakan akan memangkas suku bunga kebijakan sebesar 50bps menjadi 4,75%, sementara RBI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di angka 6,5%.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,9%, sementara Topix meningkat 0,3%. Sementara, indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,4% dan China daratan anjlok lebih dari 6%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,13% dan Taiex Taiwan menguat 0,21%. Sementara pasar Korea Selatan ditutup karena libur nasional, hari hangeul. (Source: Kontan, Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BRMS, PNLF, BREN, RAJA, ERAA, dan SMGR
–BRMS Spec Buy dengan area beli di 270, cutloss jika break di bawah 260. Jika tidak break di bawah 270, potensi naik ke 276-280 short term.
–PNLF Spec Buy dengan area beli di 434, cutloss jika break di bawah 430. Jika tidak break di bawah 430, potensi naik ke 440-446 short term.
–BREN Spec Buy dengan area beli di 6600, cutloss jika break di bawah 6525. Jika tidak break di bawah 6525, potensi naik ke 6650-6750 short term.
–RAJA Buy on Weakness dengan area beli di 1800, cutloss jika break di bawah 1760. Jika tidak break di bawah 1800, potensi naik ke 1900-1940 short term.
–ERAA Spec Buy dengan area beli di 434, cutloss jika break di bawah 430. Jika tidak break di bawah 434, potensi naik ke 444-452 short term.
–SMGR Spec Buy dengan area beli di 4000, cutloss jika break di bawah 3900. Jika tidak break di bawah 4000, potensi naik ke 4040-4070 short term.
