TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Obligasi Masih Belum Stabil, Waspadai SBN Berdenominasi Rupiah

Busthomi
10 October 2024 | 10:23
rubrik: Capital Market
Pasar Obligasi Menarik, Permintaan ke SBN Masih Tinggi

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Harga Surat Utang Negara (SUN) menguat pada sesi perdagangan kemarin. Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) turun sebesar 5 basis poin menjadi 6,42%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun 6 basis poin menjadi 6,66%.

Data Bloomberg menunjukkan yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 7 basis poin menjadi 6,68%.

Level yield curve SUN 10-tahun saat ini masih in line dengan estimated range kami minggu ini, yaitu di kisaran 6,51%-6,78%.

Dengan volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp20,1 triliun kemarin, lebih rendah dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp22,6 triliun.

FR0100 dan FR0101 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing – masing sebesar Rp4,5 triliun dan Rp2,3 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,2 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat 0,16%, bergerak dari level Rp15.655/US$ di hari Selasa menjadi Rp15.630/US$.

Rekomendasi

Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif bagi pasar obligasi, terlihat dari peningkatan yield US Treasury (UST).

Yield curve UST 5-tahun meningkat sebesar 5bp menjadi 3,91%, dan yield curve UST 10-tahun meningkat sebesar 2bp menjadi 4,06%. Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia masih bertahan di 69bp.

Head of Fixed Income BNI Sekuritas Amir Dalimunthe dalam risetnya, Kamis (10/10/2024) mengatakan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang didiskusikan di atas, BNI Sekuritas melihat adanya potensi peningkatan volatilitas pada harga dan yield instrumen SBN berdenominasi Rupiah.

“Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0040, FR0084, FR0086, FR0100, FR0068, FR0080, FR0072, FR0045, FR0075,” sarannya.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Bergerak Sideways
Tags: kementerian keuanganobligasipasar obligasiSBN rupiahSUN
Previous Post

Pasar Cenderung Bergerak Datar

Next Post

Perkuat SDM Perkeretaapian, KAI Commuter Gandeng Perusahaan Asal Jepang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR