Jakarta, TopBusiness – PT Industri Baterai Indonesia atau Industry Battery Corporation (IBC) menjalin kerja sama dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) untuk mendirikan perusahaan patungan manufaktur sel baterai di Karawang, Jawa Barat.
Penandatanganan interim agreement dan akta pendirian perusahaan dilakukan di Kementerian BUMN disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pada Rabu (16/10/2024).
Direktur Utama IBC, Toto Nugroho menyampaikan, kerja sama ini merupakan upaya strategis IBC dalam mendorong program hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai terintegrasi, serta dalam rangka mengembangkan rantai pasok baterai kendaraan listrik mulai dari hulu hingga ke hilir.
“Kami ingin mengembangkan proyek ini secara bertahap dengan tujuan untuk menginvestasikan sejumlah total US$ 1,18 miliar dan mencapai total kapasitas produksi 15 GWh per tahun, yang akan cukup untuk memenuhi permintaan domestik dan global,” kata Toto dalam keterangan resminya, Kamis (17/10/2024).
IBC merupakan perusahaan yang didukung oleh empat perusahaan BUMN sebagai pemegang saham yaitu PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM), PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Pertamina Power Indonesia, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Sedangkan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) adalah perusahaan patungan yang didirikan pada 19 Oktober 2020 dan dikendalikan oleh Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) grup. CATL adalah pemimpin global dalam teknologi inovatif energi baru.
General Manager of International Business Manufacturing Operations of CATL, Gordon An mengatakan, proyek pabrik baterai merupakan komponen kunci dalam membangun rantai dan ekosistem industri kendaraan listrik dan baterai listrik di Indonesia.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, menyampaikan, IBC dapat menjadi pemain utama yang mampu mengundang investor dan mitra untuk masuk pada market atau industri baterai.
“Kita juga harus cepat, agile dan adaptif dalam mengeksekusi proyek ini. Kita harus mengamati perubahan teknologi yang muncul di bidang kendaraan listrik, sehingga kita dapat menjadi lebih kompetitif. Harapannya, pada tahun 2027 kita sudah bisa melihat hasil JV (perusahaan patungan),” tuturnya.
