Jakarta, TopBusiness – Sebagai pelabuhan peti kemas yang telah mendeklarasikan diri sebagai International Container Terminal dengan standar pelayanan internasional, KSO TPK Koja juga menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital Management System (HCMS) untuk mendukung kinerja bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
KSO TPK Koja merupakan perusahaan Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Hutchison Ports Indonesia (HPI). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa layanan terminal bongkar muat dan penumpukan peti kemas, serta jasa layanan terkait kepelabuhan lainnya.
Dalam pengelolaan human capital atau HCMS untuk keberlangsungan bisnis, perusahaan di antaranya mengimplementasikan strategi Organizational Development (OD) process melalui proses yang direncanakan secara menyeluruh yang juga related dengan pengelolaan SDM.
Dalam upaya mewujudkan visi “Menjadi Terminal Petikemas Dunia”, KSO Terminal Petikemas Koja konsisten melakukan peningkatan kompetensi SDM melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Penguatan SDM juga untuk memperkuat posisi KSO TPK Koja agar makin berdaya saing tinggi di tengah persaingan industri maritim, khususnya jasa layanan kepelabuhanan ini.
Pengelolaan dan pananganan SDM atau HCMS proses, dilakukan dengan mengacu prinsip kerja sama (KSO), yakni mengacu kebijakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebagai BUMN dan juga dari PT Hutchison Ports Indonesia (HPI). Dalam hal ini, perusahaan menerapkan tata kelola yang baik, atau Good Corporate Governance (GCG), termasuk dalam pengelolaan SDM-nya. GCG diterapkan pada sumber daya manusia (SDM) atau karyawan untuk meningkatkan efektifitas dan kompetensi karyawan.
Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) menjadi pedoman bagi seluruh Karyawan TPK Koja dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dengan dilandasi moral yang tinggi, kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) secara konsisten.
Perusahaan memiliki program yang terencana untuk HC Planning & Strategy. Terutama untuk mendukung Pertumbuhan Bisnis; Efisiensi Tenaga Kerja & Pengembangan Kapasitas SDM. Juga ada program “Pengelolaan Kapasitas Tenaga Kerja” Analisis FTE & Optimasi Penggunaan Tenaga Kerja”. Selain itu yang tak kalah penting juga adanya strategi “Digitalisasi Proses HR Otomatisasi HR”. Digitalisasi HR merupakan terobkisan yuang dilakukan KSO TPK Koja untuk menyederhanakan hampir seluruh pekerjaan terkait penanganan SDM sehingga bisa mudah cepat dan akurat melalui sistem aplikasi ERP. Hal ini memudahkan dari mulai proses merekrut, proses pengelolaan untuk peningkatan skill Human Resource, pamantauan kinerja dan lainnnya secara digital. Penggunaan HR sistem membantu tugas HCMS yang secara umum menjadi cepat selesai.
“Secara umum strategi HC di KSO TPK Koja selalu diintegrasikan dengan target bisnis. Dan sejauh ini, strategi ini juga sangat efektif dengan hasil kinerja yang bisa terus meningkat. Hal ini, di antaranya bisa diukur dari tercapainya target-target bisnis dan kinerja yang kian membaik. Dan tentu hal ini juga tak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam menangani human capital atau SDM,” ungkap Stenus Jacub Manager SDM KSO TPK Koja dalam presentasi dam wawancara penjurian TOP HC Awards 2024” pada (18/10/2024) secara daring yang dihelat Majalah TopBusiness.
KSO TPK Koja menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan aset berharga yang harus dijaga kualitasnya. Demikian juga lingkungan kerja yang kondusif yang akan memberikan dampak positif bagi kepuasan karyawan. Untuk mencapai tujuan tersebut, KSO TPK Koja memiliki Employer Value Proposition (EVP) melalui lingkungan kerja yang ramah, serta upaya Continuous Improvement (perkembangan terus menerus).
Sejalan dengan itu, perseroan juga menatap masa depan dengan melakukan inovasi melalui pendekatan teknologi digital untuk mengelola kultur dan interaksi yang lenbih intens pada di lingkungan kerja. Salah satunya mempersiapkan dukungan sistem otomasi yang memungkinkan karyawan untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien serta lebih fokus menyelesaikan hal-hal yang lebih strategis.
Dalam paparannya dengan materi presentasi berjudul “ALIGNING THE ORGANIZATION TO BUSINESS GROWTH STRATEGY”, Stenus Jakup yang juga didampingi M. Arief Budiana SPV Manager KSO TPK Koja, juga meyampakan capaian kinerja Perusahaan yang antara lain juga berkat dukungan andal dari jajaran SDM. Disebutkan bahwa sepanjang 2022-2023, perusahaan menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,78% dan peningkatan laba bersih yang lebih tinggi sebesar 20,59%, menandakan profitabilitas yang sehat.
Juga adanya pengelolaan biaya operasional yang terkendali, meskipun ada peningkatan moderat sebesar 3,79%. Penurunan biaya kompensasi sebesar 29,34%, menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi dalam Investasi yang signifikan dalam pelatihan karyawan, dengan peningkatan biaya pelatihan sebesar 31,36%, yang mencerminkan fokus perusahaan pada pengembangan keterampilan SDM.
Secara keseluruhan, perusahaan telah berhasil menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerja keuangan serta operasionalnya, meskipun menghadapi tantangan dalam pengelolaan biaya dan tenaga kerja. Perusahaan berada pada jalur yang benar untuk pertumbuhan yang berkelanjut hingga tahjun 2024 ini.
KSO Terminal Peti Kemas (TPK) Koja hingga pertengahan tahun 2024 telah berhasil mencatat peningkatan kinerja operasional dan keuangan yang signifikan. Beberapa capaian penting dalam bidang operasional dan keuangan, berdasarkan laporan kinerja hingga Juni 2024, TPK Koja melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Peningkatan Kinerja Operasional pada sektor operasional, throughput petikemas berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam RKA hingga Juni 2024, di mana target throughput sebesar 438.142 TEUs, namun realisasi mencapai 486.295 TEUs. Peningkatan ini didukung oleh kontribusi tambahan dari Adhoc Service sebanyak 35 call atau 91.639 TEUs. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (s.d. Juni 2023) yang mencatatkan throughput sebesar 457.519 TEUs, terjadi peningkatan sebesar 6,29%. Faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan ini adalah meningkatnya jumlah Adhoc Service dari 19 call (25.976 TEUs) pada tahun 2023 menjadi 35 call (91.639 TEUs) pada tahun 2024.
Dijelaskan, mengantisipasi dinamika baru yang terus berkembang di era digital ini, Perusahaan juga melakukan berbagai program Pendidikan dan Latihan bagi jajaran SDM untuk pengembangan/pemutakhiran Kompetensi. Program pengembangan pengenalan knowledge and skills merupakan salah satu program penting bagi Manajemen KSO TPK Koja agar bisa terus mengikuti perkembangan terkini dari aktivitas Peusahaan dan pengetahuan-pengetahuan lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas masing-masing.
Dengan berbagai strategi ivovasi bidang SDM untuk kinerja dan kelangsungan bisnis yang lebih baik ini, KSO TPJ Koja ttahun ini kembali terpilih sebagai finalis nominasi Human Capital Management System (HCMS) Terbaik, dari 400-an perusahaan di Indonesia dari riset dan studi lapangan. TOP Human Capital Awards merupakan kegiatan rating atau penilaian dan juga pembelajaran bidang Human Capital, sekaligus untuk penghargaan kepada perusahaanperusahaan yang dinilai berhasil dalam mengimplementasikan HCMS dalam meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
Editor: Agus H
