Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (23/10/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup mixed pada hari Selasa (22/10). Dow -0,02%, S&P 500 -0,05%, dan Nasdaq +0,18%. Bursa AS ditutup beragam di tengah kekhawatiran investor terkait potensi melambatnya siklus penurunan suku bunga (yang menekan saham-saham properti) dan menjelang rilis laporan keuangan dari sejumlah emiten besar seperti Tesla dan Coca Cola.
Pasar komoditas cenderung menguat pada Selasa (22/10). Minyak WTI +2,19% ke USD 72,09/bbl, minyak Brent +2,36% ke USD 76,04/bbl, batu bara -0,62% ke USD 144,7/ton, CPO +1,99% ke MYR 4.387, dan emas +0,99% ke USD 2.748/toz.
Bursa Asia ditutup mixed pada Selasa (22/10). Kospi -1,42%, Hang Seng +0,10%, Nikkei -1,39% dan Shanghai +0.54%.
IHSG naik 0,21% ke level 7.789,0, dengan net sell asing sebesar Rp 139,4 miliar; net sell Rp 286,1 miliar di pasar reguler, dan net buy Rp 146,7 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 263,8 miliar), disusul GOTO (Rp 109,2 miliar), dan BBNI (Rp 92,4 miliar). Net sell asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 373,5 miliar), disusul BBCA (Rp 279,2 miliar), dan TLKM (Rp 77,8 miliar). Top leading movers adalah BREN, GOTO, dan ASII, sedangkan top lagging movers adalah BBRI, BBCA, dan AMMN.
Baik Kospi (+0,20%) maupun Nikkei (0,04%) dibuka menguat pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan sideways hari ini, mengingat sentimen mixed dari pasar global dan regional,” demikian isi laporan riset.
