Jakarta, TopBusiness—Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang, Sidik Herman, menegaskan siap berkontribusi dalam mencapai kemandirian energi melalui kompetensi yang dimiliki dan akan selalu berinovasi untuk mendukung hal tersebut.
Salah satu bentuk inovasi yang telah dilakukan lembaga di bawah Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) tersebut adalah pengembangan layanan audit CEMS (Continuous Emission Monitoring System).
“Sebagai salah satu layanan utama BBSPJPPI, audit CEMS dilakukan untuk 10 sektor industri wajib,” kata Sidik dalam keterangan resmi untuk media, pagi ini.
10 sektor industri tersebut adalah peleburan besi dan baja, pulp dan kertas, rayon, carbon black, migas, pertambangan, pengolahan sampah secara termal, semen, pembangkit listrik tenaga termal, serta pupuk dan ammonium nitrat.
Sigit menjelaskan, BBSPJPPI juga telah menyiapkan sumber daya untuk pengembangan inovasi layanan lainnya seperti layanan jasa inventarisasi gas rumah kaca (GRK), kalibrasi air quality monitoring system (AQMS), dan kalibrasi photometer untuk Hg CEMS.
