Jakarta, TopBusiness—Tarif baru untuk ruas Jalan Tol Serbaraja Seksi 1A dan seksi 1B, akan berlaku mulai 3 November 2024. Kenaikan tersebut berdasarkan: Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) Nomor 2808/KPTS/M/2024. Surat tersebut dikeluarkan per tanggal 17 Oktober 2024.
Presiden Direktur PT Trans Bumi Serbaraja yang juga menjabat sebagai Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Christopher Siswanto Adisaputro, menjelaskan hal tersebut dalam keterangan yang diterima Majalah TopBusiness, hari ini.
Pada Ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1 menggunakan sistem transaksi semi tertutup dibagi menjadi dua zona. Zona 1 (Seksi 1A) SS Serpong-SS CBD atau sebaliknya dengan tarif baru sebesar Rp 6.000 dari tarif semula Rp 5.500.
Lantas, untuk Golongan I dan untuk Golongan II dan III dengan tarif penyesuaian sebesar Rp 9.000 dari tarif semula sebesar Rp8.500.
Untuk Golongan IV dan V, dengan tarif penyesuaian sebesar Rp 12.500 dari tarif sebelumnya sebesar Rp 11.000.
Untuk tarif Zona 2 (Seksi 1B) SS CBD-SS Legok atau sebaliknya dengan besaran tarif sebesar Rp 7.000 untuk Golongan I. Dan Rp 11.000 untuk Golongan II dan III, serta Rp 14.500 untuk Golongan IV dan V.
Jalan Tol Serbaraja merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) diprakarsai oleh PT Trans Bumi Serbaraja, selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Land yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk.
Jalan Tol Serbaraja menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang, di mana ruas Tol Serbaraja Seksi 1A terkoneksi dengan Jalan Tol Ulujami-Serpong dan terhubung dengan klaster The Green BSD City menuju simpang susun CBD BSD City. Serta terkoneksi langsung dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Intermoda BSD City.
Sementara Tol Serbaraja Seksi 1B menghubungkan CBD BSD City dengan Kawasan Legok yang terkoneksi langsung dengan kawasan residensial Hiera BSD City, Cisauk, Karawaci dan sekitarnya.
Tol Serbaraja akan memiliki total keseluruhan panjang sekitar 40 km yang terbagi dalam tiga seksi, yakni seksi 1 Serpong-Legok (sekitar 9,8 km), seksi 2 Legok-Pasir Barat (sekitar 11,5 km), dan seksi 3 Pasir Barat-Balaraja (sekitar 18,6 km).
Tol Serpong-Balaraja akan mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas wilayah Jakarta dengan kawasan penyangga, khususnya Tangerang Raya, Banten. Tol Serbaraja akan menjadi ruas awal dari jaringan jalan Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR-3) dan akan terkoneksi dengan Tol Jakarta-Serpong, Tol Jakarta-Merak, dan berbagai ruas tol di Pulau Jawa.
