Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG ditutup turun 0.91% Jumat kemarin dan disertai dengan net sell asing ~ 616 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, BMRI, MAPI dan KLBF.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan bahwa laju IHSG berpotensi technical rebound mendekati optimisme Pemilu US dan potensi cut rate the Fed di minggu ini.
“Dengan kondisi itu, level Support IHSG diproyeksi di rentang 7450-7475 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7530-7570,” ujarnya dalam riset Senin (4/11/2024).
Global Overnight Review
Wall Street Rebound Ditopang Kenaikan Laba Amazon, Mengimbangi Pelemahan Data Ketenagakerjaan AS. Indeks-indeks Wall Street rebound pada Jumat (1/11). Dow Jones menguat 0,69% ke level 42.052, S&P 500 naik 0,41% ke 5.728,80 dan Nasdaq Composite naik 0,8% ke posisi 18.239,92.
Di dorong penguatan saham Amazon yang meningkat 6,2% karena pertumbuhan bisnis cloud dan iklan yang melampaui ekspektasi. Intel juga menguat 7,8% setelah melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dan memberikan panduan yang positif.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada Jumat menunjukkan penambahan hanya 12 ribu pekerjaan pada Oktober, jauh di bawah perkiraan sebesar 100 ribu. Angka ini menjadi yang terlemah sejak Desember 2020. Namun, tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sesuai dengan perkiraan.
Selain pemilihan presiden AS (Pilpres) pada Selasa (5/11) yang dapat meningkatkan volatilitas, investor juga menantikan pertemuan kebijakan dua hari dari The Fed pada 6-7 November.
Bursa Asia Memerah; Jepang Memimpin Pelemahan
Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada Jumat pekan lalu. Jumat (1/11), di Jepang, indeks Nikkei 225 turun signifikan sebesar 2,6%, dan indeks Topix turun 1,9%. BoJ mempertahankan suku bunga kebijakan acuannya di 0,25% pada Kamis (31/10).
Di Korea Selatan, indeks Kospi kehilangan 0,5% dan indeks Kosdaq turun 1,9%. Sedangkan, indeks saham Hang Seng Hong Kong menguat 0,93%. Sementara itu, di Australia, S&P/ASX 200 melemah 0,50%. Straits Times Singapura turun 0,10% dan FTSE Malaysia naik 0,13%.
Di domestik, IHSG melemah 0,91%. Di sisi lain, BPS melaporkan inflasi tahunan Indonesia turun menjadi 1,71% YoY pada Oktober 2024, dan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat kenaikan tipis sebesar 0,08% MoM pada Oktober.
(Source: Kontan, Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: INCO, GOTO, MLPL, MBMA, BBNI, dan BREN
–INCO Spec Buy dengan area beli di 3800, cutloss jika break di bawah 3720. Jika tidak break di bawah 3720, potensi naik ke 3830-3920 short term.
–GOTO Spec Buy dengan area beli di 68, cutloss jika break di bawah 67. Jika tidak break di bawah 67, potensi naik ke 71-74 short term.
–MLPL Spec Buy dengan area beli di 185, cutloss jika break di bawah 182. Jika tidak break di bawah 182, potensi naik ke 190-194 short term.
–MBMA Buy on Weakness dengan area beli di 525-535, cutloss jika break di bawah 520. Jika tidak break di bawah 525, potensi naik ke 560-575 short term.
–BBNI Spec Buy dengan area beli di 5200, cutloss jika break di bawah 5100. Jika tidak break di bawah 5200, potensi naik ke 5300-5500 short term.
–BREN Spec Buy dengan area beli di 6700, cutloss jika break di bawah 6600. Jika tidak break di bawah 6700, potensi naik ke 6850-6950 short term.
