Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0.17% kemarin dan disertai dengan net buy asing ~100 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BRMS, INDF, TINS, BMRI, dan ANTM.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi sideways seiring hasil Pemilu US yang belum diketahui dengan pasti dan potensi cut rate the Fed di minggu ini.
“Untuk itu, dengan kondisi tersebut, level Support IHSG hari ini diperkirakan di rentang 7450-7475 dan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 7530-7570,” ungkap dia, dalam risetnya, Rabu (6/11/2024).
Global Overnight Review
Wall Street Naik Signifikan Menanti Hasil Pemilu AS. Indeks-indeks Wall Street naik tajam pada Selasa (5/11). Di tengah ketegangan pasar menantikan hasil pemilu Presiden Amerika Serikat. Indeks S&P 500 melonjak 1,23% ditutup di 5.782,76, Nasdaq melesat 1,43% menjadi 18.439,17 dan Dow Jones meningkat 1,02% ke level 42.221,88.
Penguatan ini terjadi seiring dengan ketegangan pasar yang menantikan hasil dari persaingan ketat antara mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris.
Selain kursi presiden, pasar juga memperhatikan dominasi partai di Kongres. Selanjutnya, selain Pilpres AS, pasar juga menunggu keputusan suku bunga dari The Fed pada Kamis (7/11).
CME Group’s FedWatch Tool menunjukkan hampir pasti ada pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% setelah penurunan setengah poin pada September lalu.
Di sisi lain, saham Nvidia naik 3%, sementara Tesla meningkat 4%, dengan keduanya diperkirakan tetap kuat terlepas dari hasil Pilpres AS.
Jelang Pemilu AS, Bursa Asia Pasifik Mayoritas Menguat. Bursa Asia Pasifik sebagian besar naik menjelang beberapa jam lagi pemilu AS.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,4%, membalikkan kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Investor juga tetap melangkah hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter RBA secara luas diperkirakan untuk mempertahankan suku bunga tunai sebesar 4,35%.
Pasar saham Asia lainnya, Nikkei 225 Jepang menguat 1,11% dan Topix naik 0,76%. Di Tiongkok, Shanghai Composite naik melesat 2,32%, CSI300 meningkat 2,53% dan bursa saham Hang Seng Hong Kong naik 1,92%.
Sementara, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,47%, dan Kosdaq melemah 0,30%. Inflasi konsumen Korea Selatan bulan Oktober naik 1,3% dibandingkan tahun lalu, sedikit lebih rendah dari ekspektasi sebesar 1,4%. (Source: Kontan, Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ASRI, MAPI, SCMA, SMRA, BSDE, dan PWON
–ASRI Spec Buy dengan area beli di 193, cutloss jika break di bawah 190. Jika tidak break di bawah 193, potensi naik ke 197-200 short term.
–MAPI Spec Buy dengan area beli di 1555, cutloss jika break di bawah 1530. Jika tidak break di bawah 1530, potensi naik ke 1580-1600 short term.
–SCMA Spec Buy dengan area beli di 127, cutloss jika break di bawah 124. Jika tidak break di bawah 127, potensi naik ke 130-133 short term.
–SMRA Spec Buy dengan area beli di 625, cutloss jika break di bawah 615. Jika tidak break di bawah 615, potensi naik ke 635-650 short term.
–BSDE Spec Buy dengan area beli di 1135, cutloss jika break di bawah 1125. Jika tidak break di bawah 1135, potensi naik ke 1150-1175 short term.
–PWON Buy on Weakness dengan area beli di 454, cutloss jika break di bawah 448. Jika tidak break di bawah 448, potensi naik ke 458-468 short term.
