TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pengguna Paylater Meningkat Pesat, Awas Dampak Negatifnya

Nurdian Akhmad
8 November 2024 | 11:38
rubrik: Business Info
Hasil Survei, 55 Persen Masyarakat Aktif Gunakan Paylater

Jakarta, TopBusiness – Penggunaan paylater di masyarakat Indonesia meningkat pesat belakangan ini. Hal ini dipengaruhi oleh kemudahan akses melalui smartphone dan penyaluran pembiayaan yang cepat dan fleksibel.

“Sistem penyaluran limit kredit yang cepat dan fleksibel serta diiringi dengan sistem credit scoring yang prudent, membuat paylater menjadi bantalan pembiayaan bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi,” ujar Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda dalam keterangannya, Jumat (8/11/2024).

Huda mengingatkan, setiap instrumen keuangan, termasuk paylater, memiliki risiko dan dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. “Saya menggarisbawahi pentingnya pemahaman pengguna terkait manfaat dan risiko paylater, yang tentunya juga didukung edukasi secara konsisten.”

“Masyarakat perlu memahami mengenai batas kemampuan bayar mereka sehingga tidak menimbulkan dampak negatif dari pembiayaan dari manapun,” paparnya.

SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengajak pengguna paylater untuk bijak dalam menggunakannya.

“Kami terus memberikan edukasi kepada pengguna bahwa kebijaksanaan dalam penggunaannya sangat penting untuk menghindari dampak negatif dari paylater.

“Kami juga secara aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk regulator, asosiasi, dan pemain lain di industri untuk bersama-sama mengurangi risiko dan dampak negatif dari penggunaan Paylater,” ujar Indina.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) mencatat pertumbuhan pengguna layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater sebesar 60 persen dari kuartal sebelumnya. Namun, pertumbuhan tersebut bukan berarti PayLater menjadi pesaing bisnis kartu kredit.

“Hingga kuartal ketiga 2024 Livin Paylater terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah pengguna PayLater by Mandiri yang tumbuh 60 persen dari kuartal sebelumnya,” ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman.

Selain itu, Usman juga belum kalau transaksi PayLater meningkat 2,5 kali lipat tiap bulan dibanding dengan awal tahun 2024. Ia menilai pertumbuhan transaksi ini seiring dengan kualitas kredit yang disalurkan.

BACA JUGA:   Menteri Dody Tinjau Sekolah Rakyat di NTB, Tahap Kedua Siap Dimulai September 2025

Usman juga menyebut kalau PayLater menjadi suatu hal yang menarik untuk industri perbankan dengan penawaran bunga yang rendah. Saat ini, PayLater Mandiri dapat diakses di aplikasi Livin’ by Mandiri.

“Paylater menjadi sesuatu yang menarik bagi industri perbankan untuk masuk dengan penawaran bunga yang lebih murah,” kata Usman.

Walau begitu, Usman mengungkap kalau hal ini bukan mengartikan PayLater sebagai pesaing langsung kartu kredit. Hal ini karena terdapat beberapa perbedaan seperti besaran limit kartu kredit yang lebih besar.

Selain itu, terdapat perbedaan mekanisme soal fleksibilitas untuk permintaan kenaikan limit secara permanen maupun temporer, fungsi penggunaan sampai kriteria risiko penerima kredit.

Tags: paylater
Previous Post

Harapan Bahlil ke Bos SKK Migas: Genjot Lifting Migas

Next Post

Aplikasi saham Ini Tawarkan Booster Modal 10 Kali Lipat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR