TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hadiri Simposium di Undip Semarang, Wamen Diana Tekankan Pentingnya Smart Vertical Housing

Albarsyah
10 November 2024 | 07:11
rubrik: Business Info
Hadiri Simposium di Undip Semarang, Wamen Diana Tekankan Pentingnya Smart Vertical Housing

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum mendorong peran aktif dan kontribusi pakar atau akademisi untuk bersama-sama mempercepat penerapan Bangunan Gedung Hijau dan Bangunan Gedung Cerdas di seluruh Indonesia, khususnya dalam sektor hunian vertikal.

Transformasi bangunan gedung hunian, termasuk rumah susun vertikal, tidak cukup hanya sekadar untuk memenuhi standar kelayakan fungsi, tetapi juga perlu menjadi Bangunan Gedung Hijau dan Bangunan Gedung Cerdas sehingga dapat berkontribusi pada perwujudan visi Indonesia menuju Bangunan Gedung Nol Emisi (Net Zero Emission) di tahun 2060.

“Saya berharap kolaborasi dan sinergi yang dilakukan antara pemerintah, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, industri, dan masyarakat dapat mempercepat dan mendorong penerapan vertical smart housing,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti pada acara Simposium Smart Vertical Housing di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2024).

Ketentuan mengenai Bangunan Gedung Hijau telah dirumuskan dalam PP No. 16 Tahun 2021 tentang tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Permen PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, serta peraturan turunannya yang menjamin pelaksanaan BGH secara efektif dan efisien. Pemerintah juga telah menetapkan roadmap pembinaan BGH tahun 2023-2028 untuk memastikan penerapan BGH di seluruh Indonesia, baik bagi rumah susun yang dibangun oleh pemerintah maupun swasta.

Wanen Diana mencontohkan gedung Kementerian PU pusat juga telah menerapkan BGH melalui penggunaan solar cell, smart parking, motion sensor untuk lampu, serta penggunaan kembali air hujan untuk toilet dan taman. Penerapan bangunan gedung hijau tersebut telah menghemat energi sekitar 35% dengan penghematan air 83% pada saat musim hujan dan 61% pada saat musim kemarau.

BACA JUGA:   Diaudit BPKP, ADHI Klaim Habiskan Rp12 T Bangun LRT

“Gedung Kementerian PU telah memenangkan berbagai penghargaan ASEAN Best Practice Award, Building Hemat Energi Nasional untuk kategori efisiensi energi untuk bangunan gedung baru dan eksisting,” kata Wamen Diana.

Pembangunan Bangunan Gedung Hijau juga diimplementasikan pada beberapa proyek
Kementerian Pekerjaan Umum lainnya seperti Pasar Renteng di NTB, IAIN di Palangkaraya, Pasar Legi di Surakarta, Pasar Sukawati di Bali, Pasar Kota Pariaman di Sumatera Barat, dan Pasar PON Trenggalek di Jawa Timur. Selain itu juga pada pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal Jakarta yang mampu menghemat energi sebesar 23%, efisiensi air sebesar 36%, dan pengurangan jumlah embodied energy pada material sebesar 81%, serta dapat menghemat sebesar 476,22 ton karbondioksida per tahun.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Perkuat Layanan IT kian Nyaman dan Aman, BSI Resmi Luncurkan SuperApp BYOND

Next Post

Wamen Diana Tinjau Tol Semarang-Demak Terintegrasi Tanggul Laut dan Sistem Pengendali Banjir Rob Tambak Lorok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR