Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0.18% kemarin, dan masih disertai dengan net sell asing Rp816 miliar masih dari efek outflow setelah Trump terpilih sebagai presiden US. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, TLKM, BBCA, dan BBNI.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan bahwa IHSG hari ini berpotensi bergerak sideways cenderung menguat setelah data inflasi US keluar dan sesuai dengan ekspektasi.
“Dengan kondisi itu, level support IHSG diproyeksi berada di rentang 7240-7280 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7350-7400,” ungkap dia, dalam risetnya, Kamis (14/11/2024).
Wall Street Mixed, Dow Jones dan S&P 500 Naik Karena Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga. Indeks utama Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu (13/11), dengan Dow Jones dan S&P 500 naik tipis, didukung data inflasi konsumen (ICP) yang naik sesuai ekspektasi.
Hal ini menambah dukungan terhadap ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember.
Indeks Dow Jones naik 0,11% ke level 43.958,19, S&P 500 naik 0,02% ke level 5.985,38 dan Nasdaq Composite turun 0,26% ke level 19.230,74.
Indeks harga konsumen (IHK) naik 0,2% pada bulan Oktober dan naik 2,6% YoY. Jika tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah berubah, IHK naik 0,3% pada bulan Oktober.
Dalam saham individual, saham Spirit Airlines melemah setelah sebuah laporan maskapai AS tersebut bersiap untuk mengajukan perlindungan kebangkrutan, sementara perusahaan tersebut mengatakan sedang berbicara dengan para kreditor.
Saham pembuat kendaraan listrik Rivian melonjak setelah Volkswagen pada hari Selasa menaikkan investasinya di perusahaan tersebut sebesar 16% menjadi US$ 5,8 miliar.
Bursa Saham Asia Bervariasi. Bursa saham Asia pasifik bergerak mixed pada perdagangan Rabu (13/11). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,66% dan ASX 200 Australia melemah 0,08%.
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan Wall Street, seiring dengan kehati-hatian investor menjelang rilis data inflasi AS, selain itu yang menekan hasil kinerja keuangan Commonwealth Bank of Australia.
Selanjutnya, para pelaku pasar juga terus mengevaluasi dampak dari rencana stimulus Jepang sebesar JPY10 triliun untuk produsen chip AI yang bertujuan memperkuat rantai pasokan penting di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Indeks CSI 300 naik 0,62% dan Shanghai Composite menguat 0,51%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,08%, KOSPI Korea Selatan menurun 2,64%, Taiex Taiwan berkurang 0,53% dan ASX 200 terdepresiasi 0,75%. Sementara itu, Straits Times Singapura menguat 0,24% dan KLCI Malaysia naik 0,05%. (Source: Kontan, Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: MIKA, TOBA, RAJA, ENRG, WIFI, dan BREN
–MIKA Spec Buy dengan area beli di 2650, cutloss jika break di bawah 2600. Jika tidak break di bawah 2650, potensi naik ke 2700-2750 short term.
–TOBA Spec Buy dengan area beli di 560, cutloss jika break di bawah 550. Jika tidak break di bawah 560, potensi naik ke 600-630 short term.
–RAJA Spec Buy dengan area beli di 1900-1950, cutloss jika break di bawah 1850. Jika tidak break di bawah 1950, potensi naik ke 2050-2150 short term.
–ENRG Spec Buy dengan area beli di 284, cutloss jika break di bawah 282. Jika tidak break di bawah 282, potensi naik ke 290-296 short term.
–WIFI Spec Buy dengan area beli di 434, cutloss jika break di bawah 430. Jika tidak break di bawah 434, potensi naik ke 440-444 short term.
–BREN Spec Buy dengan area beli di 7300, cutloss jika break di bawah 7150. Jika tidak break di bawah 7300, potensi naik ke 7500-7600 short term.
