Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (14/11/2024) memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini.
Bursa AS ditutup beragam pada Rabu (13/11). Dow +0,1%, S&P 500 +0,02%, dan Nasdaq -0,26%. Investor mempertimbangkan data inflasi konsumen terbaru yang tampaknya akan menjaga Federal Reserve tetap berada di jalur untuk pemotongan suku bunga lainnya bulan depan.
Pasar komoditas ditutup beragam pada Rabu (13/11). Minyak WTI +0,46% ke USD 68,43/bbl, minyak Brent +0,42% ke USD 72,05/bbl, batu bara -0,53% ke USD 141,5/ton, CPO -0,93% ke MYR 4.984, dan emas -0,97% ke USD 2.573/toz.
Bursa Asia ditutup cenderung melemah pada hari Rabu (13/11). Kospi -2,64%, Hang Seng -0,12%, Nikkei -1,66% dan Shanghai +0,51%.
IHSG menutup sesi di level 7.314,8 (-0,10%), dengan keseluruhan net sell sebesar Rp 692,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 816,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 123,5 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BRMS (Rp 108,5 miliar), ADRO (Rp 88,9 miliar), dan BBRI (Rp 86,5 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 38,1 miliar), RAJA (Rp 27,7 miliar), dan DEWA (Rp 25,8 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BMRI, MBMA, sementara top lagging movers emiten AMRT, TPIA, BRMS.
Nikkei menguat 0,45% pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, mengingat sentimen negatif dari pasar regional,” demikian tertera di situs.
