Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (18/11/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Jumat (15/11). Dow -0,70%, diikuti S&P 500 1,32%, dan Nasdaq 2,24%. Pasar AS ditutup melemah akibat pernyataan Gubernur Fed Jerome Powell bahwa Fed tidak perlu terburu-buru untuk memangkas suku bunga acuan.
Pasar komoditas mayoritas mayoritas bergerak turun Jumat kemarin (15/11). Harga minyak WTI -2,45% ke level USD 67,02/bbl, harga minyak Brent -1,81% ke level USD 71,04/bbl, harga batubara +0,70% di level USD 143,4/ton, dan CPO +2,38% ke level MYR 5.082. Harga emas terpantau melemah 0,07% ke level USD 2.563/toz.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah Jumat kemarin (15/11). Kospi -0,08%, Hang Seng -0,05%, Nikkei +0,28% dan Shanghai -1,45%.
IHSG ditutup melemah 0,74% ke level 7.161,3. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 517,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 283,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 233,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 169 miliar), BUMI (Rp 113,3 miliar), dan BMRI (Rp 93,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BRMS (Rp 77,7 miliar), BBCA (Rp 53,3 miliar), dan UNTR (Rp 28,4 miliar). Top leading movers emiten BBCA, ADRO, UNTR, sementara top lagging movers emiten TPIA, AMMN, BREN.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,89%, sementara Nikkei mencatatkan pelemahan 1,16%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak turun, didorong sentimen menurunnya pasar AS dan komoditas,” demikian tertera di situs.
