TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Potensi Awal Pekan IHSG Masih Koreksi, Saham Ini Layak Koleksi

Busthomi
9 December 2024 | 07:53
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup naik 0.95%, tapi disertai dengan net sell asing ~157 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, PTRO, AMRT dan KLBF.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan bahwa IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi akan berada di rentang 7250-7320 dan level Resist IHSG diperkirakan berada di kisaran 7420-7480,” ungkap dia dalam risetnya, Senin (9/12/2024).

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Namun Dow Jones Melemah.

Indeks-indeks Wall Street mayoritas meningkat hingga mencatatkan rekor tertinggi baru pada Jumat (6/12). Namun, Dow Jones turun setelah data pekerjaan AS pada November menunjukkan hasil sedikit diatas perkiraan, sehingga mendukung The Fed memangkas suku bunga lagi pada bulan ini.

Indeks S&P 500 naik 0,25% ke posisi 6.090,27 dan Nasdaq naik 0,81% menjadi 19.859,77, yang didorong oleh kenaikan saham Tesla, Meta Platforms, dan Amazon. Sedangkan, Dow Jones menurun 123,19 poin (0,28%) ke level 44.642,52.

Dari sisi laporan ketenagakerjaan November yang dirilis pada Jumat pagi waktu AS, menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja non- farm meningkat sebanyak 227 ribu, lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones sebesar 214 ribu, dan merupakan peningkatan besar dibandingkan dengan kenaikan yang direvisi ke atas sebesar 36 ribu pada Oktober.

Sementara, tingkat pengangguran sedikit naik menjadi 4,2%, sesuai dengan ekspektasi.

Bursa Saham Asia Melemah, Investor Cermati Data Ekonomi Jepang dan India.

Bursa saham Asia Pasifik sebagain besar memerah pada perdagangan Jumat (6/12). Pelaku pasar di Asia menilai data pengeluaran rumah tangga dari Jepang yang turun 1,3% pada Oktober YoY, lebih lambat dari ekspektasi penurunan 2,6%.

BACA JUGA:   Semester I-2021, Unilever Raih Laba Bersih Rp 3 Triliun

Sementara itu, pengeluaran tumbuh 2,9% pada Oktober MoM, dibandingkan bulan September 0,4%. Selain itu, Reserve Bank of India (RBI) mempertahankan suku bunga acuan repo kebijakan pada 6,5%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,77%, dan indeks Topix melemah 0,55%. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,56% dan indeks Kosdaq terpangkas 1,43%.

Investor terus memantau situasi politik di Korsel di tengah upaya untuk memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol atas pernyataan singkatnya mengenai darurat militer pada awal pekan ini. Indeks ASX 200 Australia turun 0,64%, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 1,56%.

Di sisi lain, investor mencermati data tenaga kerja AS pada Jumat pekan ini, di mana laporan tersebut dapat menjadi pertimbangan the Fed untuk memutuskan kebijakan suku bunga.

(Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: PSAB, DEWA, BRPT, PTRO, PGAS, dan SRTG

–PSAB Spec Buy dengan area beli di 308, cutloss jika break di bawah 306. Jika tidak break di bawah 306, potensi naik ke 314-318 short term.

–DEWA Spec Buy dengan area beli di 114, cutloss jika break di bawah 112. Jika tidak break di bawah 114, potensi naik ke 120-124 short term.

–BRPT Buy if Break 960, dengan area jual di 970-980 short term. Jika belum break di atas 960, bisa coba beli di area 945. Cutloss di bawah 935.

–PTRO Spec Buy dengan area beli di 24500, cutloss jika break di bawah 24400. Jika tidak break di bawah 24500, potensi naik ke 25000-25250 short term.

–PGAS Spec Buy dengan area beli di 1615, cutloss jika break di bawah 1600. Jika tidak break di bawah 1615, potensi naik ke 1640-1660 short term.

BACA JUGA:   Catat! Saham-saham Ini Layak Koleksi Saat IHSG Bullish

–SRTG Spec Buy dengan area beli di 2570, cutloss jika break di bawah 2550. Jika tidak break di bawah 2550, potensi naik ke 2630-2670 short term.

Tags: ihsgproyeksi sahamsaham hari inisaham psabsaham srtg
Previous Post

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways

Next Post

IHSG Bisa Tren Naik, Samuel Sekuritas Rekomendasikan Saham Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR