Jakarta- PT BNI Tbk ( BBNI ) akan segera mengajukan ijin kepada otoritas Australia untuk membuka jaringan layanan di negeri kanguru tersebut. Hal itu disampaikan Direktur BBNI, Panji Irawan
“Kami akan mulai menyiapkan proses pengajuan ijin kepada otoritas perbankan di Australia,” terang dia dalam siaran pers, Minggu(23/2017).
Ia berharap akan mendapatkan ijin untuk membuka kantor cabang yang selain beroperasi untuk whole sale banking tetapi juga retail banking.
“Cepat lambatnya pendirian BNI di Melbourne tergantung pada perijinannya, harus ada ijin dari OJK dan otoritas dari Australia. Prosesnya akan segera kami mulai,” katanya.
Menurut Panji, pihak BNI sudah melakukan studi kelayakan pendirian cabang di Melbourne, dan kesimpulannya kantor cabang yang dibuka selain melayani whole sale, juga bisa mengeluarkan produk dan jasa retail banking agar bisa menyerap kebutuhan pebisnis dan pelajar Indonesia di Australia.
Pada 2015, Indonesia berada dalam posisi kesepuluh tujuan export Australia dan berada dalam posisi 12 tujuan import Indonesia ke Australia.
Nilai investasi Australia di Indonesia mencapai 8,4 miliar dolar Australia, dan nilai investasi Indonesia di Australia sebesar 1,4 miliar dolar Australia.
Di sektor wisata, Australia masih menjadi negara terbesar yang berkontribusi dalam kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu sebesar 16,51 persen.
Sementara berdasarkan data Kementerian Pendidikan Australia pada 2015, jumlah pelajar Indonesia di Australia mencapai 19.300 orang.(az)