Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (18/12/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Selasa (17/12). Dow -0,61%, S&P 500 -0,39%, dan Nasdaq -0,33%. Pasar AS ditutup melemah seiring dengan Dow Jones mencatatkan rally pelemahan 9 hari berturut-turut pasca DJIA mencatatkan rekor penutupan tertinggi di atas 45,000 di tengah ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed pada FOMC terakhir tahun ini.
Pasar komoditas mayoritas bergerak melemah Selasa kemarin (17/12). Harga minyak WTI -0,89% ke level USD 70,08/bbl, harga minyak Brent -0,76% ke level USD 73,34/bbl, harga batubara +1,86% di level USD 109,7/ton, dan CPO -0,71% ke level MYR 4.734. Harga emas terpantau melemah 0,23% ke level USD 2.662/toz.
Bursa Asia ditutup melemah Selasa kemarin (17/12). Kospi -1,29%, Hang Seng -0,48%, Nikkei -0,24% dan Shanghai -0,73%.
IHSG ditutup melemah 1,39% ke level 7.157,7. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.630,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.541,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar Rp 89,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 652,7 miliar), BBCA (Rp 407,7 miliar), dan BBNI (Rp 123 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BREN (Rp 62,7 miliar), CUAN (Rp 27,3 miliar), dan FILM (Rp 19,9 miliar). Top leading movers emiten BREN, DSSA, CUAN, sementara top lagging movers emiten BBRI, BBCA, BMRI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,24%, sementara Nikkei mencatatkan pelemahan 0,41%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen melemahnya pasar AS,” demikian tertera di website.
