Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (17/1/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Kamis (16/01): Dow -0,16%, S&P 500 -0,21%, Nasdaq -0,89%. Saham AS ditutup melemah pada Kamis, karena indeks utama kesulitan melanjutkan kenaikannya, kinerja kuat sektor perbankan tertutupi oleh pelemahan di sektor teknologi yang dipimpin oleh Apple.
Pasar komoditas ditutup beragam pada Kamis (16/01). Harga minyak WTI -1,61% ke level USD 78,8/bbl, harga minyak Brent -0,90% ke level USD 81,3/bbl, harga batubara +1,31% di level USD 116,1/ton, dan CPO -1,92% ke level MYR 4.186. Harga emas terpantau menguat +0,67% ke level USD 2.714,3/oz.
Bursa saham Asia ditutup menguat pada Kamis (16/1). Kospi +1,23%, Hang Seng +1,23%, Nikkei +0,33% dan Shanghai +0,28%.
IHSG ditutup menguat pada level 7.107,5 (+0,39%), dengan Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 430,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 466,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 36 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 364.3 miliar), BMRI (Rp 154 miliar), dan BREN (Rp 45 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 79,1 miliar), ASII (Rp 43,3 miliar), dan BBCA (Rp 33,1 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXPROP , sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXCYC. Top leading movers emiten BREN, BMRI, BBRI, sementara top lagging movers emiten TLKM, AMMN, AMRT.
Kospi (-0,26%) dan Nikkei (0,30%) dibuka melemah pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, didukung oleh sentimen negatif dari bursa global dan komoditas,” demikian tertera di website.
