Jakarta, TopBusiness – Sang peraih Bintang 5 di ajang TOP BUMD Awards 2024, PT Permodalan Ekonomi Rakyat (Perseroda) Provinsi Riau (PT PER) kembali menjadi finalis ajang penghargaan bergengsi sektor BUMD gelaran Majalah TopBusiness tahun ini. Kembali, untuk keperluan penilaian PT PER menjalankan sesi penjurian yang diadakan secara daring pada Selasa (14/1/2025) lalu.
Ganesya Varandra, Direktur Utama PT PER hadir dan memberikan paparan di hadapan dewan juri yang terdiri dari Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), Febrizal (Aspiluki), dan Satya Arinanto (Guru Besar – Fakultas Hukum Universitas Indonesia).
PT PER diketahui merupakan salah satu perusahaan BUMD yang bergerak di bidang permodalan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di provinsi tersebut.
Adapun untuk aktivitas bisnis, beberapa sektor usaha yang dibiayai perusahaan antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. “Ini kalau mau di persentase lebih dari 70% debitur kami adalah petani atau pekebun,” ungkap Ganesya.
Selain itu, PT PER juga membiayai sektor usaha seperti perdagangan, perindustrian, pertambangan, dan jasa lainnya.
Strategi dan Kinerja Bisnis
Seperti diungkap Ganesya, dalam menjalankan usahanya PT PER disebut menerapkan dual-system, di mana selain konvensional, perusahaan ini juga memiliki unit usaha syariah. Adapun untuk strategi bisnis yang dicanangkan perusahaan antara lain Pengembangan Produk yang Inovatif; Marketing Proaktif secara Digital; Kerjasama Strategis Dengan Mitra Bisnis; Penerapan Pelayanan Prima Berbasis Teknologi Informasi Peningkatan Manajemen Risiko; Peningkatan Kompetensi SDM; serta Peningkatan Kinerja Keuangan.
Menyinggung soal Pencapaian atas Target Kinerja, Ganesya menyampaikan bahwa dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan syariah secara realisasi pencapaiannya hanya 80% di 2024, atau menurun dibanding 2023.
“Kemudian di outstanding, meningkat sedikit dibanding 2023. Lalu NPL/NPF sedikit memburuk, setelah di 2023 kami tutup dengan 4,44% di 31 Desember 2024 agak memburuk di angka 6,03%. Kemudian penerimaan pokok juga realisasinya meningkat, tetapi memang pencapaian hanya 89,74%. Lalu, yang terakhir pendapatan bunga dan margin kami berhasil merealisasikan di atas target sebesar Rp14,018 miliar, atau setara 101,76% pencapaian,” ungkapnya.
Untuk kesehatan perusahaan sendiri, berdasarkan asesmen yang dilakukan secara mandiri, secara umum PT PER masuk kategori ‘Sehat’
“Untuk tingkat kesehatan (perusahaan), kami menghitung mandiri (self assessment) untuk NPL bobotnya, skornya 6. Kemudian ROA skornya 10, ROE skornya 3, NIM 10, dan BOPO 10. Total skor yang kami dapatkan adalah 78 dengan rating ‘A’. Terus terang memang ini agak menurun disbanding tahun lalu, karena tahun lalu skornya 82 dengan rating ‘AA’,” imbuhnya.
Terobosan
Bicara mengenai terobosan dalam bidang layanan, seiring dengan perusahaan yang telah mengadopsi dual-system konvensional dan syariah, PT PER pun disebut akan mengembangkan di kedua sektor bisnis tersebut.
”Untuk syariah kami pada tahun 2024 diberikan Promo Maulid, kemudian Promo HEBAT, dan Promo Meriah (Merdeka Berhadiah) untuk calon debitur atau nasabah kami yang melakukan akad di bulan Agustus di bulan Kemerdekaan Negara Kita,” ungkap Ganesya.
Adapun untuk meningkatkan kapabilitas atau kompetensi SDM di perusahaan, PT PER yang memiliki karyawan sebanyak 87 orang terus melakukan program pendidikan, pelatihan dan seminar-seminar baik di internal maupun eksternal Perusahaan berupa selling skill, analisa kredit dan penagihan kredit yang adaptif dengan disrupsi karena kondisi perubahan ekonomi, serta pelatihan staf analis dan collector PT PER sebagai penunjang produktivitas pegawai PT PER.
“Kemudian terobosan lain di bidang teknologi informasi, kami membangun sistem secara mandiri Sistemasi Data Karyawan melalui Aplikasi Sistem Informasi Karyawan atau yang kami singkat dengan ASIK. Ini memang yang menjadi tujuan/goal yang kami capai adalah agar bagian SDM dipermudah tugas dan pekerjaannya. Jadi, semua data yang berkaitan dengan karyawan, baik mengenai prestasi maupun mengenai punishment kami catatkan di aplikasi ASIK ini,” ujarnya.
Lalu, sebagai tindak lanjut dari tata kelola perusahaan yang baik atau GCG perusahaan juga selalu mengedepankan proses-proses, dari mulai transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. “Dan kami setiap tahun memang selalu di audit oleh BPKP Perwakilan Provinsi Riau,” tandasnya.
Masih dari sisi manajemen dan tata kelola, PT PER juga telah mengembangkan Aplikasi Monitoring dan Collection (AMCO) yang diimplementasikan tahun 2024. Tujuan dikembangkannya aplikasi ini adalah untuk meminimalisasi terjadinya kredit/pembiayaan bersamalah atau NPL/NPF.
“Kemudian juga untuk membantu terlaksananya proses monitoring kredit/pembiayaan syariah baik terhadap Debitur/Nasabah maupun terhadap Upaya-Upaya penagihan di lapangan oleh staf penagihan kantor cabang. Jadi, bagian penanganan kredit atau pembiayaan bermasalah di kantor pusat dapat me-monitoring langsung kegiatan yang dilaksanakan oleh staf kolektor atau penagihan di seluruh kantor cabang. Kami memiliki delapan kantor cabang di 8 kabupaten kota di seluruh Provinsi Riau,” tandasnya.
Selain AMCO, PT PER telah mengembangkan Arisiparis yang merupakan Aplikasi Arsip Surah yang telah diimplementasikan pada tahun 2024.
Kontribusi
Beroperasi sejak tahun 2003, dari sisi kontribusi, Ganeysa mengatakan bahwa mulai dari tahun 2004 hingga 2023, sebagai perusahaan BUMD, PT PER juga tidak mengesampingkan mengenai urusan kontribusinya.
”Alhamdulillah dari tahun 2004 hingga 2023, kami selalu memberikan dividen kepada para pemegang saham, kecuali di tahun 2019 yang pada saat itu keuntungan/laba PT PER digerus oleh anak perusahaan, tapi mulai tahun 2020 setelah kami melakukan perbaikan-perbaikan di anak perusahaan, akhirnya kembali memberikan dividen di tahun berikutnya. Hingga saat ini, dari tahun 2004 hingga 2023, PT PER sudah secara total memberikan dividen kepada para pemegang saham di angka Rp24.556.000.000,” ungkapnya.
PT PER tetap dapat memberikan laba secara konsisten dan terus meningkat setiap tahunnya sehingga dapat mencapai target deviden yang ditetapkan oleh pemegang saham.
“Untuk tahun buku 2024 pada kami ditargetkan untuk memberikan dividen kepada para pemegang saham di angka Rp2,5 miliar, yang biasanya disetorkan setelah kami melakukan RUPS, Pertanggungjawaban Laporan Keuangan tahun buku sebelumnya, biasanya di kurun waktu antara bulan April hingga bulan Juni. Insya Allah target dividen yang diberikan kepada kami, bisa kami capai.,” tandas Ganesya.
Apiknya lagi, di tengah situasi perekonomian dan politik yang tidak stabil, PT PER (Perseroda) terus bergerak maju dengan terus meningkatkan inovasi-inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kinerja.
“Untuk tahun 2024 PT PER (Perseroda) melakukan inovasi produk pembiayaan syariah dan menggesa layanan secara digital,” pungkasnya.
Editor: Busthomi
