Jakarta—Dari 55 anggota Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jakarta, 12 anggota selama enam bulan ini telah memiliki kontrak kerja pada berbagai proyek swasta dan pemerintahan. Itu bernilai lebih dari Rp 50 miliar.
Ketua Harian Japnas Jakarta, Arie Rui Hamzah, mengatakan di Jakarta kemarin, bahwa pembiayaan proyek tersebut didapatkan dengan sistem pembiayaan bersama antar-anggota. Dan belum mendapatkan pembiayaan dan permodalan dari pihak perbankan.
“Tentunya pengusaha muda Japnas ini ke depan ingin mendapatkan dukungan dari pihak perbankan, agar seluruh proyek yang diraih berjalan dengan baik,” kata Arie.
Arie melanjutkan, tentu ke depan pihaknya harus mendapatkan dukungan pihak perbankan. Tentu tidak sedikit proyek ke depan yang akan dikerjakan pengusaha muda di Japnas, dengan nilai sangat besar.
“Kami ingin bahwa dukungan perbankan ini akan memerkuat cash flow keuangan pengusaha muda Japnas ini, karena di setiap proyek tersebut rata-rata tagihannya memakan waktu minimal tiga bulan,” ujar Arie.
Terang Arie, berbagai proyek yang dikerjakan pengusaha muda Japnas ini mulai dari proyek infrastruktur jalan, gedung, kelistrikan. Itu merupakan proyek pemerintah maupun swasta. (Al)