Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeratno Gemolong kembali terpilih menjadi nominator penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2025. Untuk itu, RSUD tersebut telah melaksanakan proses penjurian untuk mendapatkan penilaian dari dewan juri.
Proses penjurian yang digelar secara daring pada Kamis (23/1/2025) itu dipimpin langsung oleh Direktur RSUD dr. Soeratno Gemolong, dr. Kinik Darsono, MMed. Ed, FISQua. Tahun ini, RSUD milik Kabupaten Sragen Jawa Tengah tersebut bertekad mengulangi capaiannya di tahun lalu dengan meraih predikat bintang 5 atau kategori penghargaan tertinggi di ajang ini.
Kepada dewan juri dr. Kinik Darsono menyampaikan sejumlah inovasi layanan dan berbagai capaian yang telah diraih RSUD dalam waktu setahun terakhir. Ini termasuk capaian membanggakan RSUD yang mampu mereformasi tata kelolanya yang membuatnya bisa secara konsisten meraih peningkatan kinerja meski memiliki core bisnis yang berfokus pada pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal ini terlihat dari capaian pendapatan RSUD yang melampaui target dan terus tumbuh dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2022, RSUD meraih total pendapatan Rp 28,58 miliar atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 25,1 miliar.
Lalu pada 2023, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 29 miliar, RSUD berhasil mencapai realisasi pendapatan sebesar Rp 39,6 miliar. Terakhir di 2024, RSUD berhasil merealisasikan pendapatan Rp 50,68 miliar atau melampaui target yang sebesar Rp 34 miliar.
“Ini bisa diraih dengan salah satunya kita menerapkan kebijakan-kebijakan tata kelola yang baru yang berpusat pada pasien, dengan konsep utamanya kita memanjakan pasien dan personalisasi medicine atau menuju pada pelayanan yang lebih personal. Selain itu kita juga mengusung semangat CERAH atau Cepat, Ramah dan Hemat dalam pelayanan. Hingga, pada akhir tahun 2024, alhamdulillah capaian pendapatan kami adalah 149,6 persen dari target yang ditetapkan Pemda. Jadi trennya selama tiga tahun berturut turut capaian kinerja nya selalu diatas 130 persen di atas target yang ditetapkan Pemda,” kata dr. Kinik Darsono.
Semakin Mudah dengan Transformasi Digital
dr. Kinik Darsono mengatakan selain mereformasi tata kelola, RSUD dr Soeratno Gemolong juga gencar melakukan upaya transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan akses layanan kesehatan dan mewujudkan layanan yang berkeadilan bagi semua masyarakat.
Sejalan dengan itu, ada beberapa inisiatif solusi bisnis yang telah dijalankan. Ini seperti AISHA (Artificial Intellegent Support for Hospital Acceleration) yang merupakan inovasi unggulan RSUD dr Soeratno berupa aplikasi yang menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan pasien dalam satu genggaman.
AISHA adalah super aplikasi terintegrasi yang didukung oleh kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk mempercepat proses dan meningkatkan efisiensi di rumah sakit, serta membantu memudahkan pengguna/user dalam membuat keputusan yang terintegrasi. Inovasi AISHA telah membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan dan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soeratno Gemolong, di antaranya mengoptimalkan penggunaan sumber daya rumah sakit dan mengurangi waktu tunggu pasien.
“AISHA telah memberikan dampak yang besar dalam mengurai permasalahan kami miliki di antaranya adalah tidak ada lagi penumpukan pasien di loket pendaftaran karena mayoritas pasien sudah mendaftar online.
Termasuk layanan aduan yang masuk dapat tertangani dengan cepat sehingga meningkatkan pelayanan yang sebelumnya rating 1,3 menjadi 4,8. Tagihan listrik Rumah Sakit lebih hemat dengan pemanfaatan IOT (Internet of Things). Ada pula pemanfaatan Chat Bot dalam persiapan akreditasi Rumah Sakit,” ujar dr Kinik.
dr Kinik menyebut AISHA memiliki sejumlah fitur unggulan yang terdiri dari 3 tingkatan user yaitu untuk masyarakat umum yang bisa diakses melalui link berikut https://s.id/aisharssg, pegawai internal rumah sakit dan Pimpinan rumah sakit. Adapun berikut fitur-fitur Aisha yang dapat digunakan dalam Kendali Pelayanan dan Bisnis RS yang membantu pengambilan keputusan terintegrasi
- Smart Akuntansi dengan fitur EWS (Early Warning System) yang memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk monitoring dan kendali keuangan Rumah Sakit.
- Penggunaan Teknologi Deep Learning yang memungkinkan CCTV dapat mendeteksi pasien difabel, anak-anak dan asap.
- Penggunaan Teknologi IOT (Internet of Things) yang digunakan untuk mengendalikan perangkat elektronik dari jarak jauh.
- Penggunaan Teknologi chatbot untuk edukasi dan informasi persiapan akreditasi yang dapat diakses secara online 24/7.
- Penggunaan WA Broadcastuntuk promosi dan informasi.
- Sistem ketersediaan tempat tidur yang dapat dimonitoring oleh faskes pertama dan keluarga pasien.
- Sistem informasi usulan langsung yang dapat memonitoring progress pengadaan barang dan jasa secara realtime.
- Sistem pelaporan kerusakan (AMAN POLL) yang digunakan untuk kendali pelaporan kerusakan alat kesehatan.
- Sistem kepegawaian yang digunakan untuk manajemen dokumen kepegawaian dan mapping rumah tinggal pegawai.
- Knowledge on demand check interaksi antar obat dan stok.
Melalui inovasi AISHA juga, RSUD dr. Soeratno Gemolong menjadi juara di tingkat kabupaten, provinsi, dan mengantarkan Kabupaten Sragen menjadi kabupaten paling inovatif.
Pelayanan Personal yang Memanjakan
dr Kinik mengungkapkan bahwa inovasi digital juga mendukung gagasan RSUD yang ingin mengembangkan konsep pelayanan yang personal dan memanjakan pasien. Untuk itu, RSUD dr. Soeratno Gemolong juga telah mengembangkan inovasi layanan ‘HEBAT’ (Homecare, Telemedicine dan Sobat/Sahabat Antar Obat). Gagasan munculnya inovasi HEBAT berawal dari keprihatinannya melihat banyak pasien yang mengalami kesulitan baik karena kondisi kesehatan, ekonomi maupun kondisi sosial untuk berobat ke rumah sakit.
“Ada beberapa pasien yang kondisi sakitnya nyeri sekali untuk bergerak, lansia yang tidak ada keluarga mendampingi, ke RS nyewa kendaraan atau diantar tetangga, perjuangannya begitu berat dan menahan kesakitan, padahal sebenarnya di RS diperiksa dokter hanya dalam waktu beberapa menit saja, sungguh tidak sebanding perjuangannya dengan kebutuhan pelayanan yang diperlukan”, kata dia.
“Daripada pasien bersusah payah ke RS sambil kesakitan, akan jauh lebih baik jika dokter dan petugas kesehatan yang mengunjungi pasien ke rumah (Home Care), kemudian dikonsulkan ke dokter spesialis di RS melalui Telemedicine. Setelah itu dari hasil pemeriksaan, resep diberikan lalu obat disiapkan dan diantar oleh petugas Sobat (Sahabat Antar Obat) ke rumah,” sambung dia.
Saat ini, ‘HEBAT’ terdiri dari 3 layanan, yaitu HOMECARE, tim medis melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan perawataan lanjutan terutama bagi mereka yang kurang mampu, berada jauh di daerah pedesaan dan yang membutuhkan effort berat untuk bertemu langsung dengan Dokter. Kemudian layanan telemedicine di mana si pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis secara virtual melalui panggilan video dan audio dari rumah mereka sendiri. Kemudian, obat pasien akan langsung dikirim ke rumah oleh petugas SOBAT (Sahabat Antar Obat).

Congratulations…
” Selamat atas inovasi yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pasien dan masyarakat, semoga terus menjadi inspirasi bagi kita semua “.