Jakarta—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mengembangkan sistem integrasi seluruh data di sektor energi dan sumber daya mineral. Sistem yang diberi nama ESDM One Map Indonesia ini berkolaborasi dengan sistem informasi lainnya, seperti di Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Demikian dijelaskan dalam keterangan pers yang diterima hari ini oleh Majalah BusinessNews Indonesia.
ESDM One Map Indonesia, menurut keterangan pers itu, memuat berbagai informasi seperti pbotensi geologi (mineral, batubara, panas bumi, bitumen padat dan coal bed methane/CBM); wilayah izin usaha pertambangan; wilayah kerja migas; wilayah kerja panas bumi; data hulu migas (sumur, kilang, seismik 2D dan seismik 3D); kawasan hutan; dan infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi dan jaringan distribusi).
Sistem informasi ini akan selalu diperbarui datanya. Melalui penyajian data yang lengkap, akurat dan terintegrasi, maka investor akan mudah menyusun rencana investasinya di sektor ESDM. Selain itu, pengawasan pelaksanaan kegiatan di sektor ESDM juga akan lebih mudah.
ESDM One Map dapat dimanfaatkan dalam evaluasi penentuan kawasan industri dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). Dengan memanfaatkan sistem ini, pemilihan lokasi pengembangan industri akan tepat sasaran, karena terdapat data-data yang memungkinkan untuk melakukan analisis ketersediaan sumber daya bahan baku, potensi energi, dan infrastruktur secara lebih cepat dan akurat. (Al)