Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Tegal Gotong Royong (Perseroda) atau Bank Tegal memiliki kinerja bisnis sangat kinclong. Saat ini, manajemen tengah fokus kepada pemanfaatan teknologi informasi guna menuju digital banking.
Ditegaskan Widi Nugroho sebagai auditor, pihaknya sedang dalam progress menuju digitalisasi dalam kegiatan transfer dana dan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi nasabah, sehingga seluruh aktivitas perbankan akan lebih mudah.
“Untuk saat ini, masih dalam proses perijinan adalah sebagai merchant Qris. Pemanfaatan teknologi melalui kerja sama dengan bank umum untuk penerbitan ATM co branding,” kata Widi kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025, Rabu, (5/02/2025) yang didampingi Mei Andarwati dari Bidang operasional, Muhammad Agus Setiawan (Bidang IT), dan Lutfi Andri W (Bidang Bisnis).
Dengan pemanfaatan digital maka akan lebih transparan, karena menggunakan perangkat mobile android. Sehingga, transaksi bisa dilakukan untuk setor, dan tarik tunai. “Dan kami juga sedang tunggu ijin untuk tarik tunai melalui anjungan tarik tunai (ATM). Dan untuk saat ini, kami bekerja sama dengan Bank Permata dan Danamon”, tegasnya.
Selain itu, Bank Tegal mempunyai memberikan kredit dan juga pembinaan bagi debitur. Seperti pembinaan kepada kaum “pengusaha wanita rumah tangga”. Bank Tegal telah mengucurkan kredit sebesar Rp 6 miliar kepada kelompok “Usaha Perempuan” di sektor rumah makan, kerajinan dan kriya, sembako dan produk makanan berbasiskan olahan makanan lokal.
Selanjutnya, program KURDA dapat pinjaman lunak dari Pemda Kabupaten Tegal dan disalurkan kepada UMKM dengan bunga ringan, Bank Tegal sukses meningkatkan Usaha Mikro Kabupaten Tegal menjadi tuan rumah di kampung sendiri bahkan telah merambah tingkat Provinsi Jawa Tengah bahkan lintas daerah.
Bank Tegal sebagai bank kebangaan orang Tegal telah memberikan warna dalam membangun perekonomian Kabupaten Tegal. Dukungan berupa pembiayaan bagi seluruh sektor akan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Misalnya, untuk kredit konstruksi yang memberikan dukungan pembiayaan bagi seluruh industri agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan baik.
Tak terkecuali, Bank Tegal memberikan pendampingan kepada seluruh pelaku UMKM, seperti: 1. Memberikan bantuan legalitas bagi UMKM,
2. Melakukan sosialisasi dan membuatkan pembukuan sederhana bagi pelaku UMK dan juga melakukan pemantauan rutin dalam laporan pembukuan,
3. Memberikan bantuan dalam hal pemasaran seluruh produk UMKM dalam offtaker dan juga membuka pasar lebih luas dengan membangunkan pasar online dengan membangunkan website untuk produk UMKM Tegal bisa berjualan di online tersebut.
Selanjutnya, mendukung program Pemerintah Kabupaten Tegal dalam hal penyalur bagi hasil cukai dan tembakau bagi buruh pabrik rokok dan petani tembakau di Kabupaten Tegal. Lalu, penyalur beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi di Kabupaten Tegal, dan telah menyalurkan 12.099 beasiswa, dan sudah tercatat penyaluran yang ke-3 kalinya.
Kemudian, penyalur dana hibah di Kabupaten Tegal dan penyalur kredit berkah bagi pedagang pasar dan bakulan agar terhindar dari para rentenir.
Sukses bisnis Bank Tegal ditandai dengan capaian laba tahun 2023 sebesar Rp 2,557 miliar dan tahun 2024 Rp 3,148 miliar, dan peningkatan penyaluran kredit di tahun 2023 sebesar Rp 171 miliar dan tahun 2024 (Rp 176 miliar). Capaian penghimpunan tabungan Rp 27 miliar di tahun 2023 dan tahun 2024 (Rp 33 miliar) dengan jumlah rekening tabungan mencapai 75 ribu.
