Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Penataran Kabupaten Blitar terus menegaskan perannya sebagai BUMD strategis untuk mendukung pembangunan daerah, baik secara tidak langsung, maupun kontribusi langsung melalui setoran PAD. Perusahaan terus mendorong peningkatan kinerja untuk memperluas kontribusi nyata, terutama dalam penyediaan dan pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan memastikan bahwa setiap pelanggan akan mendapatkan akses air bersih yang berkualitas untuk mendukung tingkat kesehatan masyarakat. Produk air perpipaan yang kami salurkan telah memenuhi standar baku mutu fisik, kimia, dan biologi (MSAB/Kemenkes). Bahkan kami juga telah memproduksi AMDK merek BLIT sebagai usaha pendukung dan juga telah memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, SNI 3553:2015, dan sertifikasi ISO 9001:2015,” ungkap Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Penataran Kabupaten Blitar, Ir. Rodiah Astuti, ST., M.Ling dalam wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2026” secara daring pada (23/01/2026) yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta.
Di bawah kepemimpinannya, Perumda Air Minum Tirta Penataran berhasil melakukan soft launching produk air minum dalam kemasan bermerek “BLIT”—yang memenuhi standar kualitas air minum aman sesuai Permenkes dan SNI serta berpotensi meningkatkan pendapatan daerah (PAD). “Ini merupakan salah satu inisiatif dan strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui diversifikasi usaha,” ujarnya didampingi Tim kepada Dewan Juri Penilai.
Adapun tim juri penilai terdiri Prof. DR. H. Moh Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar FE Dan Bisnis Universitas Padjajaran /UNPAD Bandung), Benyamin De Haan (Komisarir MSI Institut), Subandi (Akademisi Universitas Budhi Luhur-ICT Consultant ), Nurul Yakin Setiabudi (IDTUG – Indonesia Telecommunication User Group. BPSK DKI), serta Ahmad Churi (Managing Editor ItWorks- MSI Group-sekaligus sebagai moderator).
Dengan berbagai inovasi dan kemajuan capaian yang diraih selama satu hingga dua tahun terakhir, BUMD Kabupaten Blitar ini, kembali masuk sebagai salah satu nominator untuk penghargaan TOP BUMD Awards 2026. Tahun ini, ia membawakan materi presentasi berjudul “Kinerja, Inovasi, dan Komitmen BUMD Dalam Pembangunan Berkelanjutan”.
Dalam paparannya terungkap bahwa berdasarkan hasil evaluasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perpipaan Perkotaan Tahun Buku 2024 oleh BPKP, Perumda Tirta Penataran meraih nilai tingkat kesehatan 3,26 dengan kategori “Sehat”, meningkat dari 2,97 pada tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat tata kelola, efisiensi operasional, dan kualitas layanan air minum kepada masyarakat.
Dari sisi strategi penyehatan dan aspek layanan, Perumda Tirta Penataran di antaranya memprioritaskan pengendalian Non-Revenue Water (NRW) sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sumber daya air dan peningkatan. Dengan tingkat NRW 27,52 persen, perusahaan menerapkan pendekatan berbasis data melalui pemetaan jaringan menggunakan GIS dan pembentukan District Meter Area (DMA). Langkah ini memungkinkan deteksi kebocoran secara lebih akurat, mengurangi pemborosan air baku, serta meningkatkan efisiensi distribusi.
Upaya perlindungan lingkungan juga diperkuat melalui kerja sama dengan desa dan masyarakat dalam pengelolaan sumber air baku, rehabilitasi sumber air eksisting, serta efisiensi energi di unit produksi. Pemanfaatan smart switch dan sistem pemantauan digital pada pompa dan panel listrik menjadi bagian dari strategi menekan konsumsi energi dan jejak lingkungan operasional perusahaan.
Pada aspek sosial (social), Perumda Tirta Penataran memperluas akses air minum perpipaan melalui pengembangan jaringan distribusi di wilayah prioritas sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hingga 2024, perusahaan melayani 17.433 sambungan rumah dengan rata-rata jam layanan mencapai 23 jam per hari, serta kualitas air yang dinyatakan layak minum. Program promosi pemasangan sambungan rumah dengan skema potongan biaya dan pemasangan gratis pada momen tertentu turut meningkatkan minat masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya bergantung pada sumber air non-perpipaan.
Selain itu, komunikasi layanan yang proaktif terkait gangguan dan perbaikan jaringan, serta program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat, memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan air minum daerah. Pendekatan ini menempatkan akses air bersih sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Blitar.
Sementara pada aspek tata kelola (governance), transformasi digital menjadi fondasi utama penguatan transparansi dan akuntabilitas. Sejak 2025, Perumda Tirta Penataran mengimplementasikan aplikasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terintegrasi berbasis cloud melalui kerja sama antar-BUMD. Sistem ini mengintegrasikan data pelanggan, operasional, dan keuangan, sekaligus mendukung layanan pelanggan, pencatatan meter digital, serta penagihan multi-channel.
Digitalisasi tersebut memungkinkan pengambilan keputusan manajemen berbasis data, penerapan sistem kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI), serta penguatan Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan manajemen risiko. Dengan demikian, inovasi teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Dari sisi kontribusi ekonomi daerah, Perumda Tirta Penataran terus berperan sebagai penggerak pembangunan melalui setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang 2025, perusahaan menyetorkan Rp243,92 juta, dengan total kontribusi kumulatif mencapai Rp3,43 miliar. Diversifikasi usaha melalui peluncuran produk air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek “BLIT” menjadi langkah strategis untuk memperluas sumber pendapatan daerah tanpa mengabaikan fungsi pelayanan publik.
Direktur Utama Perumda Tirta Penataran, Ir. Rodiah Astuti, ST., M.Ling, menegaskan bahwa integrasi ESG juga strategi jangka panjang perusahaan untuk dukungan lingkungan. “Kami tidak hanya mengejar kinerja keuangan, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan, pemerataan akses air minum, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel untuk mendukung pembangunan Kabupaten Blitar,” ungkapnya.
Dengan pendekatan tersebut, Perumda Tirta Penataran memposisikan diri sebagai BUMD yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, tuntutan efisiensi, dan kebutuhan masyarakat, sekaligus selaras dengan tema dalam penmjurian TOP BUMD Awards 2026: Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan.
